Pilkada Kabupaten Sukabumi 2024, Poros Dwikora Jodohkan Asep Japar Dengan Fikri Abdul Azis

Asep-Japar-Fikri Abdul Azis
Asep Japar dengan Fikri Abdul Azis

Masih kata pria berkacama ini, ketiga sosok kang Asjap ini dinilai sebagai guru, sebagai mentor yang bisa merangkul, sementara kang Fikri ini adalah sosok milenial yang memang banyak bisa berinovasi untuk Kabupaten Sukabumi kedepan.

“Jadi keduanya sama sama saling mengisi dan menurut kami nama kang Asjap – Fikri ini memang paket komplit untuk nanti mewarnai dinamika Pilkada di Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, kata Vega secara pengalaman politis Fikri ini sudah ada komunikasi dangan teman teman partai baik di poros Sulanjana maupun poros van milla kemarin. Ia mengaku tidak bermaksud mengintervensi nantinya partai mau berpikiran seperti apa atau memantapkan langkahnya ke siapa.

” Yang jelas setahu saya kang Fikri ini sudah berkomunikasi intens dengan pengambil keputusan di beberap partai yang memang mengusung poros Sulanjana atau poros van milla beberapa waktu lalu,” cetusnya.

Tidak hanya itu, dari segi logistik kang Fikri tidak diragukan lagi, karena selain lawyer (pengacara) juga pengusaha sukses batu – bara, sehingga dirinya optimistis tidak ada masalah. “Kalau dari segi logistik InsyaAllah kita siap dan kita siap ekspos nanti ke teman temen partai saat pertemuan,” ungkapnya.

Selain itu, Vega juga optimia kang Fikri ini sudah ada partai yang memang sudah siap mengusung. “Saya tidak sebut partainya hanya yang jelas sudah ada satu partai kemarin saya sudah komunikasi dengan ketua partainya dan nama Fikri sudah diprioritaskan,” imbuhnya.

“Artinya kalau memang begtu ada modal partai pengusung tinggal nanti berbicara dengan teman teman dari Partai Golkar, Gerindra atau PPP. nanti seperti apa yang jelas kalaupun pemaketannya sudah direstui ketua Golkar hri ini pak Marwan InsyaAllah 80 sampai 90 persen,” tegasnya.

Pertimbangan lainnya, kenapa dirinya berani memunculkan nama Fikri ini karena memang dari sejak awal komunikasi politik yang dia bangun itu bukan pra pileg kemarin, tapi dua tahun sebelumnya sudah ada.

“Kasarnya apalagi yang mau dicari, saya ingin membangun Sukabumi dengan cara saya , itu yang menjadi garis poin saya dan teman teman Poros dwikora ini untuk mencoba ayolah kita dukung kita kuatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, politisi Sukabumi Andri Yules menambahkan, figur pak Fikri Abdul Azis ini kecenderungannya punya networking yang bagus untuk usaha di tingkat nasional juga cukup bagus dnlan punua sifat dan karakter yang baik.

“Beliau tidak ada permasalahan pribadi baik di Kabupaten Sukabumi maupun di tingkat nasional dia tak ada cacat, baik secara politis maupun secara di dunia usaha,” jelasnya.

Kedua tambah Yules Fikri bisa membawa program program nasional ataupun investor untuk dibawa ke Kabupaten Sukabumi. “Ya mungkin harapan kita banyak proyek proyek strategis nasional yang bisa dibawa beliau ke Sukabumi,” cetusnya.

Mengenai Fikri berpasangan dengan Asjap menurutnya dari konstalasi politik yang ada, dari segi parpol memang figur figur yang dimunculkan itu salah satunya mungkin yang bisa mengeratkan partai partai yang nanti berkoalisi. “Mungkn dari pak Fikri mungkin dilihat dari figur logistik yang ada mungkin itu juga sangat bagus,” paparnya.

“Kalau untuk pak Asjap nya sendri mungkin nanti tidak akan telalu dibebani dengan masalah apbd. Biasanya dalam dunia perpolitikan tentu salah satu negosiasi antara partai calon dan donatur politik nanti salah satu yang disepakati itu adalah masalah APBD. Pak Fikri sendiri dengan kemampuan finansialnya dan dilihat dari usahanya sepertinya dia tidak akan membebani apbd nantinya,” sambung Yules. (ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *