“Meski kondisi pasar seperti ini, saya melihat tali ekonominya tetap menggeliat, tinggal kenyamanan saja yang harus ditingkatkan. Saya ingin tempat ini bersih, mari hidupkan wisata belanja di pasar ini,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
Saat hendak masuk ke Pasar Cikarang, Emil dicegat oleh seorang ibu pedagang gorengan. Awalnya dia menawari Emil untuk beli gorengannya. Emil pun membelinya, belum selesai membungkus gorengan untuk pembelinya, tiba-tiba ibu itu memeluk erat Emil cukup lama sambil menangis. Wajah haru Emil terlihat saat si ibu menangis. Emil berusaha menenangkan tangisan si ibu. Lalu Ibu ini curhat, dirinya merindukan pemimpin yang sayang sama rakyat kecil dan miskin seperti dirinya.
“Saya orang miskin, janda ditinggal meninggal suami, punya empat anak. Dua sudah menikah dan dua lagi masih kecil-kecil. Kasihan anak saya nggak punya baju seragam dan buku, Pak,” ucap Endah Zubaedah (46).
Mendengar curhat si ibu, Emil pun menunjuk salah seorang relawannya untuk segera mengurus bantuan yang dibutuhkan oleh Endah.
“Saya tolong ibu melalui relawan saya di sini, dia pedagang di sini juga. Saya minta doanya kepada anak yatim, semoga perjuangan saya berhasil,” ujar Emil. Si ibu pun segera menangkap tangan Emil lalu mencium punggung tangannya sambil mengucapkan terima kasih. “Saya terharu lihat Pak Ridwan Kamil di sini, dia orang baik, yang sayang sama orang miskin seperti saya dan sangat mengerti rakyat kecil,” kata Endah.
Selama blusukan di pasar Cikarang sekitar 1 jam lebih banyak pedagang berebut swafoto. Teriakan relawan yang berseru “Jabar Juara!” Berkali – kali terdengar membuat pedagang lain mengerebuti Emil untuk berebut swafoto. “Permintaan saya hanya satu, bangun pasar ini menjadi lebih baik,” kata Ujang, pedagang ikan.
Sementara itu, Ibu-ibu pedagang yang telah berswafoto pun menyatakan kekagumannya pada sosok Emil.
“Udah baik, muda, lebih ganteng aslinya daripada di TV,” ujar Siti, pedagang pakaian sambil memperlihatkan handphonenya setelah berswafoto dengan Emil.
Setelah blusukan ke Pasar Baru Cikarang, Emil melanjutkan blusukannya ke Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Cibitung. “Saya sapa pedagang, bersilahturami sekaligus mencari masalah untuk kemudian saya carikan solusi terbaiknya,” pungkas Emil. (jar)



