“Ya tadi saya dorong-dorong Mas Gibran untuk berada di samping Ibu Mega, beliau lebih memilih di situ,” kata Hasto.
Menurut Hasto, kesetiaan Gibran kepada PDIP bukan karena paksaan atau ancaman. Hasto memastikan Gibran punya kesadaran bahwa PDIP adalah partai yang berjuang untuk rakyat mewujudkan kedaulatan pangan.
“Ya kalau gitu kan setia ini kan muncul dari nurani, muncul dari komitmen, muncul dari kesadaran, nggak ada setia itu dengan ancaman, apalagi setia dengan gebrak-gebrak meja. Itu gak ada, setia itu dengan kesadaran,” demikian Hasto.(*)






