Partai Demokrat Pecat Tujuh Kader Secara Tidak Hormat, Siapa Saja Mereka?

  • Whatsapp
Politisi Partai Demokrat Marzuki Alie. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

RADARSUKABUMI.com – Partai Demokrat resmi memecat tujuh kader secara tidak hormat dari keanggotaan. Hal ini diduga terlibat dalam kudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tujuh kades itu yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya, dan Marzuki Alie. Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyatakan, pemecatan itu merupakan desakan dari kader Demokrat mulai dari DPC sampai DPD.

Bacaan Lainnya

Ia menyatakan, pemecatan terhadap enam kader itu sesuai dengan keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Yang dalam sebulan terakhir beberapa kali melakukan rapat dan sidang.

“Jelas bahwa para pelaku GPK-PD itu telah melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, Pakta Integritas dan Kode Etik Partai Demokrat,” kata Herzaky dalam keterangannya.

Untuk pemecatan Marzuki Alie, dilakukan lantaran dianggap terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat.

Hal ini sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat.

Sedangkan Marzuki Alie, lanjutnya, terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya yakni menyatakan secara terbuka di media massa.

Dengan maksud agar diketahui publik secara luas tentang kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat.

Baik terkait organisasi, kepemimpinan dan kepengurusan yang sah.

“Tindakan yang bersangkutan telah mengganggu kehormatan dan integritas, serta kewibawaan Partai Demokrat,” jelasnya.

Pernyataan dan perbuatan Marzuki Alie juga adalah sebuah fakta yang terang-benderang berdasarkan laporan kesaksian dan bukti-bukti serta data dan fakta yang ada.

“Oleh karena itu, menurut Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang bersangkutan tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya lagi, atau diperiksa secara khusus, sesuai dengan ketentuan Pasal 18 Ayat (4) Kode Etik Partai Demokrat,” tandasnya.

(rmol/PS/izo)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *