Lina Ruslinawati Sebut Petani Milenial Harus Berjiwa Tangguh, Bukan Asal Jadi Petani

Lina Ruslinawati
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Dra. Hj. Lina Ruslinawati

SUKABUMI -— Anggota komisi II DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra Hj. Lina Ruslinawati mengkritisi soal adanya program petani milenial yang diduga bermasalah. Menurutnya petani milenial harusnya berjiwa tangguh, bukan pemuda yang tidak memiliki pekerjaan kemudian disebut petani. Pasalnya akan berimbas kepada produktifitas saat bertani.

“Ya kalau memang milenial saya tidak jadi masalah ya. Namun, jangan sampai petani milenial ini seolah dipaksa, orang yang tidak berjiwa tani disebut jadi petani milenial. Jadi jangan serta merta pemuda pengangguran jadi petani kemudian jiwanya belum kuat, baru pertama bertani gagal dan langsung tumbang, “jelas Lina di Gedung, BK3D, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/04/22) saat mengadakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar kebangsaan.

Bacaan Lainnya

Dirinya mencontohkan, pemuda yang memiliki orang tua petani kemudian ingin menjadi petani tentu akan mempermudah dan mempercepat produktifitas, pasalnya keilmuanya sudah ada di keluarganya mereka. Bukan orang yang tidak mengerti petani, maka akan cepat sekali mengeluhnya. Pasalnya pekerjann petani bukanlah hal mudah, diperlukan jiwa-jiwa yang kuat.

“Anak muda yang bapaknya petani yang melanjutkan pertanian bapaknya akan lebih baik. Dan kemudian lebih berhasil pengetahuan yang ketika mereka bersekolah ketimbang dari ayahnya yang konvensional,”jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan dan data yang diterima Legislator asal Sukabumi menuturkan, saat ini kondisi program petani milenial banyak dari calon petani milenial yang terjebak dengan bantuan stimulus modal yang diberikan oleh pemerintah Jawa Barat. Mereka beranggapan anggaran Rp5 Juta tersebut diberikan kepada petani milenial diberikan dengan cuma-cuma, padahal pada akhirnya dana tersebut adalah pinjaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.