IPR : Jokowi Harusnya Pecat Luhut, Bukan Malah Beri Jabatan Baru

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan kerap mendapatkan kepercayaan dari Presiden Jokowi/Net

JAKARTA — Jabatan dan tugas baru yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan yakni Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air Nasional dinilai sudah berlebihan.

Pasalnya, di Tanah Air Indonesia Raya ini tidak kekurangan para ahli hingga pakar, bahkan teknisi sekalipun yang dianggap mampu melaju kerja-kerja urusan sumberdaya air nasional.

Bacaan Lainnya

Apalagi, Luhut berkali-kali mendapatkan keistimewaan dari Presiden Jokowi untuk mengurusi bidang yang terkadang jauh dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya di Kabinet Indonesia Maju.

“Kelihatannya di Indonesia ini tak ada orang pintar, ahli dan hebat lagi, sehingga jabatan Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air Nasional diberikan kepadanya,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL (Jaringan Radar Sukabumi) sesaat lalu di Jakarta, Kamis, (14/4).

Menurut Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini, Luhut sudah seharusnya direshuffle dari Kabinet Indonesia Maju, karena telah dianggap menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Itu terbukti dengan wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden yang diprotes banyak pihak hingga mahasiswa turun ke jalan.

“Begitulah kenyataannya, mestinya Luhut yang harus direshuffle, bukan diberi jabatan baru,” tandasnya.

Pos terkait