“Perlu memikirkan senjata-senjata yang masuk ke republik ini. Jangan banyak lah, pelajaran di AS, jangan sampai kebebasan orang memiliki senjata. Jumlah rakyat yang dibantai oleh rakyatnya sendiri karena kebebasan memiliki senjata jauh lebih banyak daripada perang mereka kepada terorisme,” jelasnya.
Sebelumnya, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendadak geger dengan adanya aksi peluru nyasar yang dilakukan oleh anggota Perbakin Tangsel berinisial I pada Senin (15/10) siang.
Meski tak ada korban jiwa, ruangan kerja milik dua anggota komisi III diketahui menjadi rusak. Kedua anggota DPR RI itu bernama Wenny Warouw dari fraksi Partai Gerindra dan Bambang Heri Purnomo dari fraksi Partai Golkar. Kejadian ini juga hampir merenggut nyawa salah satu staff dari Bambang, maupun tamu dari Wenny.
(aim/JPC)





