Alumnus Universitas BSI Sukabumi Sukses Raih Omzet Puluhan Juta

SUKSES: Owner Kedai Reumbay Rahmi Apriani dan Ega Nurhilman Adimulya berfoto bersama karyawan.

SUKABUMI – Rahmi Apriani dan Ega Nurhilman Adimulya merupakan, lulusan Universitas BSI kampus Sukabumi yang mempunyai bisnis di bidang kuliner tepatnya makanan siap saji yang diberi nama ‘Kedai Reumbay’.

“Secara bahasa, reumbay artinya mata berkaca-kaca hingga nyaris mengeluarkan air mata. Adapun nama Kedai Reumbay sendiri terinspirasi dari ayahnya yang mengatakan bahwa orang yang makan-makanan pedas itu pasti akan rereumbay atau bercucuran air mata,” tutur kata Rahmi, Kamis (25/5).

Bacaan Lainnya

Rahmi mengatakan, kedai reumbay menyajikan aneka ragam menu seblak seperti cumi flowers kuah tulang, bakso ayam kuah tulang, bakwan kuah tulang, kornet kuah tulang, tahu kuah tulang, basreng kuah tulang, otak-otak kuah tulang hingga cireng kuah tulang.

“Usaha ini berawal dari kesukaannya terhadap seblak sehingga tercetus ide untuk membuat menu seblak yang beda dari yang lain. Pembeda seblak di kedai reumbay dengan seblak lainnya yaitu pada rasa kuah yang di kombinasi dengan potongan tulang ayam,” pungkasnya.

Kedai reumbay sendiri berdiri sejak 19 Desember 2017 yang beralamat di Jl Raya Cibodas Desa Cisarua RT 02/09 Kecamatan Nagrak, Sukabumi.

“Awalnya, kami sepulang kuliah melakukan eksperimen dengan membuat seblak, tapi bukan seblak kerupuk melainkan seblak bakso yang diiris-iris dan diberi kuah tulang,” ujarnya.

Sejak itulah rahmi dan ega berpikir, untuk berjualan seblak kuah tulang dengan modal nekad. Hanya dengan modal 30 ribu bisa menghasilkan sebanyak 150 ribu saat itu.

“Mulai saat itu kami mulai menambah stok jualan dan rajin mengumpulkan untung sebelum resmi membuka kedai,” paparnya.

Selain itu, rahmi dan ega juga rajin mengoptimalkan media sosial miliknya untuk promosi usahanya itu. Kini, dari usaha jualan seblaknya, rahmi dan ega berhasil meraup omzet 10 juta perhari.

“Alhamdulillah setelah dibuka kedai reumbay dan rajin promosi di medsos, kedai ini mulai dikenal banyak orang. Kini sudah memiliki lima orang karyawan,” tutur Rahmi dan Ega.

Sekarang mereka berdua sudah bisa mengurangi beban orang tua. Selain melayani pembeli yang datang ke kedai, kedai reumbay juga melayani delivery order dan bisa mencapai 500 kotak setiap harinya.

“Sukses itu tidak harus pintar, rupawan dan kaya. Sukses itu cukup dengan bekerja keras, doa dari orang tua, diridhoi Allah, tekun dan jangan banyak mengeluh,” paparnya.

Rahmi dan ega mengatakan bahwa mereka ingin sukses tanpa harus bekerja, tapi ingin membuka lapangan kerja untuk orang lain. Karena biar pun penghasilannya sedikit, tapi mereka tetap yang menjadi bosnya.

“Semoga Rahmi dan Ega ini bisa menjadi inspirasi untuk Sobat BSI yang bosan menjadi karyawan. Hanya dengan modal awal 30 Ribu ternyata bisa menjadi jutaan rupiah dalam waktu cepat yang penting tentu saja dengan tekad kuat, pantang malu dan tentu saja wajib rajin berdoa,” tandas kepala bagian BEC (BSI Entrepreneur Center) Universitas BSI, Fuad Nur Hasan, Kamis (20/5).(wdy)


Pos terkait