SMK Yasti Cisaat Sukabumi Pelopori Literasi Digital

literasi digital
FOTO BERSAMA: Kegiatan Seminar Literasi Digital Sektor Pendidikan yang di selenggarakan SMK Yasti Cisaat Sukabumi, Kamis (14/9). FT: DEMI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI— SMK Yasti Cisaat Sukabumi mempelopori Literasi digital melalui Seminar Literasi Digital Sektor Pendidikan di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/9).

Ketua Yayasan SMK Yasti Cisaat Asep Ikhwan Awaluddin mengatakan bahwa saat ini sekolahnya sedang fokus mengembangkan Technopreneurship di sekolahnya bersama Relawan TIK dan Komunitas Sukabumi Enterpreneur. “Anak-anak kami akan diberikan materi tentang 4 pilar kecakapan digital, yang mana mereka akan diberikan pemahaman cara menggunakan sosial media dengan baik dan benar,” jelas Asep pada Radar Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Asep Ikhwan Awaluddin menambahkan bahwa jejak digital sulit dihilangkan untuk itu ia menghimbau siswanya agar lebih cakap dan cerdas dalam bersosial media. “Saat ini kita di hebohkan dengan isu kebocoran data digital kita, yang salah satunya juga termasuk fenomena yang juga harus kita ketahui bersama penyebabnya,” jelasnya.

Kegiatan yang di ikuti 500 peserta yang terdiri dari siswa dan siswi di SMK Yasti Cisaat ini juga di isi oleh Relawan TIK Sukabumi. Gerry Sugiran yang menjadi trainer perwakilan Relawan TIK dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Seminar Literasi Digital sektor Pendidikan Di SMK Yasti, merupakan kolaborasi Relawan TIK Sukabumi dengan Kemkominfo dan Yasti dalam mendorong Indonesia makin cakap digital.

“Saya sebagai Dewan Pembina Relawan TIK Sukabumi, mendorong kegiatan literasi digital di sektor pendidikan, khususnya SMK di lingkungan Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan siswa melek IT dan cakap digital, terutama agar siswa cakap digital, beretika, berbudaya dan aman berdigital,” ungkap Gerry pada Radar Sukabumi. Kamis (14/9/2022).

Gerry menambahkan pentingnya pengetahuan informasi digital bagi siswa terutama untuk mengasah digital skill, kecakapan digital agar bisa memanfaatkan media sosial dan internet lebih positif dan produktif. “Diharapkan dengan kegiatan ini juga agar para peserta bisa mengamankan jejak digital dari jejak negatif menjadi jejak positif sehingga aman berdigital,”pungkasnya. (cr3/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.