“Kurikulum mereka masih ngelas pakai api. Sedangkan industri sudah pakai elektronik well artinya gak matched sehingga pada saat di tes mereka gak ngerti,” keluhnya.
Dia berharap pendidikan vokasi yang dicanangkan oleh pemerintah bisa membantu industri untuk mempermudah penyaringan angkatan kerja. Sehingga ada sertifikasi kompetensi. Adanya kerja sama vokasi industri berperan sebagai
“Ini (pendidikan vokasi) dibuat oleh kemenperin supaya menyesuaikan sehingga saat mereka lulus bisa. Ini sudah on the track tinggal memperkuat ke seluruh seluruh sektor,” terangnya.
(uji/JPC)



