SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dalam ajang Pemilihan Duta Wisata Mojang Jajaka Kabupaten Sukabumi 2025 (PDWMJKS) yang digelar pada Jumat, 3 Oktober 2025. Sebanyak sembilan mahasiswa UMMI berhasil meraih gelar dan posisi bergengsi dalam kompetisi tahunan yang menjadi wadah pelestarian budaya dan promosi pariwisata daerah.
Ajang ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang dan melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari dokumentasi, audisi offline, pra-karantina, city tour, photoshoot, karantina, hingga malam grand final. Para finalis menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang pengetahuan, komunikasi, dan penampilan.
Daffa Fakhri Fadhilah, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, berhasil meraih gelar tertinggi sebagai Jajaka Pinilih Kabupaten Sukabumi 2025. Sementara Muhammad Syauqi Musyaffa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dinobatkan sebagai Jajaka Wakil II.
Riyanto Agustian (Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi) meraih predikat Jajaka Parigel, dan Nadira Permata Sandi (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) terpilih sebagai Mojang Intelegensia. Lima mahasiswa lainnya masuk dalam jajaran Top 10 Mojang dan Jajaka, yaitu Ridjwan (Ilmu Hukum), Adnan Sidiq Bastaman (Administrasi Publik), Nazwa Habibah (Administrasi Bisnis), Levina Ismawanti (Akuntansi), dan Allena Raya Putri (Ilmu Hukum).
Menariknya, delapan dari sembilan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari Duta Kampus UMMI, sebuah program pengembangan diri yang menekankan kepemimpinan, komunikasi, dan representasi positif kampus.
Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., yang hadir dalam malam puncak pemilihan, memberikan apresiasi dan pesan inspiratif kepada para finalis. “Duta wisata adalah ujung tombak promosi daerah. Saya berharap para juara mampu mengenalkan seni, budaya, dan pariwisata Kabupaten Sukabumi lebih luas lagi,” ujarnya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMMI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata lokal. Keberhasilan mereka di ajang Mojang Jajaka 2025 diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk turut serta membangun citra positif daerah melalui jalur budaya dan pariwisata.(Adv)






