”Yang menolak moratorium rata-rata karena sudah sesuai dengan yang dijanjikan sebelum berangkat,” jelasnya. Dia tidak memungkiri bahwa ada beberapa implementasi program IAC yang berjalan baik.
Meski begitu, ada persoalan yang dialami sebagian mahasiswa program IAC. Misalnya, program magang tidak sesuai dengan bidang kuliah yang diambil. Kemudian, jam magang melebihi ketentuan pemerintah Taiwan. Ada juga laporan bahwa mahasiswa program IAC tinggal di asrama bersama TKI.
Kelompok mahasiswa yang menerima moratorium biasanya karena status kuliah dan magang mereka tidak jelas. Dia menuturkan, saat ini ada mahasiswa program IAC yang menganggur selama dua hingga tiga bulan. Otomatis mereka tidak mendapat pemasukan untuk membayar kuliah maupun biaya hidup.
(wan)




