JAKARTA – Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) mengajak seluruh komponen Bangsa Indonesia, untuk bersinergi membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Salah satunya dengan mendorong semua komponen, untuk terus berinovasi. Cara ini dianggap paling tepat, guna menyiapkan sumber daya yang siap pakai pada era Revolusi Industri 4.0.
“Revolusi Industri 4.0 jangan dijadikan momok yang menakutkan bagi para tenaga kerja di Indonesia,” kata Ketua Pelaksana Himpuni, Maryono saat membuka acara seminar dan talkshow “Penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri ke- 4” di Jakarta.
Era tersebut seharusnya memicu kreativitas dan inovasi untuk menyongsong industri 4.0 tersebut. Caranya, lanjut Maryono, adalah dengan meningkatkan kompetensi, skill, dan kreativitas sejak dini dengan mengoptimalkan era digitalisasi dalam bekerja dan berkarya.
Pada seminar yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro, Ketua Umum Apindo , Hariyadi Sukamdani dan Pendiri CT Corp Chairul Tanjung itu dipaparkan mengenai kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Saat memaparkan sambutannya di seminar tersebut, Maryono yang juga Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai seharusnya seluruh stakeholder yang berperan dalam peningkatan kualitas tenaga kerja harus bersinergi dimulai dari Perguruan Tinggi yang notabene adalah wadah yang mendidik para calon tenaga kerja untuk menempati posisi strategis di berbagai sektor industri maupun jasa di era industri 4.0.
Maryono menambahkan para pelaku bisnis yang menampung tenaga kerja diharapkan dapat memberikan ruang dan kesempatan serta memberikan apresiasi yang layak bagi para tenaga kerjanya untuk berinovasi, meningkatkan kompetensi dalam beradaptasi dengan dinamika teknologi dan maraknya digitalisasi demi kemajuan perusahaan.




