“Tindakan kecil seperti menyeleksi berita yang akan kita sebarkan di media sosial atau saring sebelum sharing bisa menjadi langkah penting dalam situasi seperti sekarang ini,” lanjut Prasetyantoko.
Menurut Prasetyantoko, tantangan lainnya yang perlu dicermati adalah teknologi yang membuat robot yang menggantikan manusia. Karena itu, manusia dituntut memiliki kemampuan yang tak bisa diambil alih oleh robot.
Misalnya, kemampuan memecahkan masalah yang kompleks secara kritis dan reflektif, kreativitas dan empati, koordinasi dan negosiasi, serta hal lain yang memerlukan kapasitas insani.
Prasetyantoko menegaskan, revolusi digital tak berarti meminggirkan total manusia. Namun, diperlukan pemakanaan baru akan pembagian kerja, wewenang, dan peran antara manusia dan robot.
“Manusia dituntut untuk melakukan tranformasi secara mendasar dan memaksimalkan genuine creativity-nya dengan belajar terus-menerus,” kata Prasetyantoko.
(jos/jpnn)



