SUKABUMI – Sebuah perubahan mencengangkan datang dari barak pendidikan karakter Dodik Bela Negara. Setelah menjalani pelatihan intensif selama dua pekan melalui program Pendidikan Karakter Panca Waluya, sejumlah siswa dari Sukabumi yang sebelumnya dianggap “bermasalah” kini menunjukkan transformasi luar biasa, bahkan memiliki impian mulia menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Program ini bukanlah pendidikan militer seperti yang banyak orang salah pahami, melainkan pelatihan karakter yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program unggulan “Gapura Pancawaluya” yang diimplementasikan oleh Dinas Pendidikan. Kurikulum Pancawaluya dirancang khusus untuk siswa-siswa yang memiliki energi lebih namun belum tersalurkan secara positif di lingkungan sekolah.
Salah satu kisah inspiratif datang dari FR, siswa SMKN 3 Sukabumi yang kini bercita-cita menjadi TNI. Ia mengaku mengalami banyak perubahan dalam hidupnya setelah mengikuti pelatihan.
“Saya sekarang jadi pribadi yang lebih baik, lebih semangat menjalani aktivitas, bangun lebih pagi seperti di barak, badan sehat, dan segar,” ucap FR. Ia mengaku kegiatan yang paling berkesan adalah senam pagi bersama yang membuat tubuh dan semangatnya bangkit.
Meski menghadapi tantangan besar seperti rindu terhadap ibu dan adiknya di rumah, FR merasa pengalaman itu justru membentuk mentalnya. “Momen yang paling susah dilupakan itu ketika para pelatih melatih saya dengan tegas. Saya sangat suka dan tidak bisa melupakan ketegasan serta kebaikan mereka. Pelatih favorit saya itu Pak Iwan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sebelum mengikuti pelatihan, FR sering begadang hingga sulit mengatur waktu tidur. Namun, setelah menjalani pelatihan, ia mulai hidup lebih disiplin. “Alhamdulillah, sekarang saya bisa tidur teratur. Saya jadi tahu kalau keluarga itu sangat berharga. Saya juga ingin jadi TNI,” katanya mantap.
Menurut FR, pelatihan ini sangat efektif membentuk karakter. “Saya belajar untuk bertanggung jawab, tidak boleh menyusahkan orang lain. Dulu saya sering semaunya sendiri sama ibu, sekarang saya sadar itu tidak baik,” ungkapnya jujur.
Ia juga bertekad untuk menerapkan pelajaran dari barak di lingkungan sekolah. “Saya akan lebih patuh pada aturan sekolah dan guru, disiplin, dan tidak melanggar lagi.”
Sementara itu, Plt Kepala SMKN 3 Sukabumi, Iwan, menjelaskan bahwa tujuh siswa dari sekolahnya, termasuk FR, dikirim ke Depo Pendidikan Bela Negara sebagai bentuk dukungan terhadap program Gubernur Jawa Barat. “Tujuannya bukan menjadikan mereka militer, melainkan mendidik karakter dan mengarahkan energi mereka ke hal-hal positif. Hasilnya sangat signifikan,” ujarnya.
Dikatakannya hasil pendidikan karakter di Dodik Panca Waluya sangat nampak signifikan. Hal ini terbukti dari siswa kami SMKN 3 Sukabumi yang sudah lulus Pendidikan Karakter Pancawaluya. Merek lebih disiplin, tidur teratur, bangun lebih pagi, hormat pada orang tua dan guru, badannya sehat, semangat belajarnya tinggi.
Pendidikan Karakter Panca Waluya terbukti mampu mengubah kebiasaan buruk menjadi perilaku positif dan disiplin. Para siswa yang telah mengikuti program ini menjadi lebih teratur, sehat, hormat kepada orang tua dan guru, serta semangat dalam belajar.
Program ini juga mengintegrasikan nilai-nilai luhur budaya Sunda dalam proses pendidikan, seperti Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (cerdas), dan Singer (peduli). Nilai-nilai ini sangat relevan dengan keterampilan abad 21 yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia modern.
Melalui program ini, para siswa tidak hanya diajarkan disiplin dan tanggung jawab, tetapi juga nilai-nilai bela negara yang menguatkan rasa cinta tanah air dan komitmen untuk menjadi warga negara yang berguna.
Dengan hasil nyata yang terlihat dari perubahan perilaku siswa seperti FR, SMKN 3 Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program Pendidikan Karakter Panca Waluya. Kepala sekolah menilai bahwa program ini selaras dengan kurikulum nasional yang menekankan pembentukan karakter, bukan sekadar capaian akademik.
“Program ini harus terus dilanjutkan agar bisa mencetak generasi muda yang kuat secara karakter, sehat fisik dan mental, serta peduli terhadap sesama,” ujar Iwan menutup.(wdy)





