Mahasiswa UMMI Sukabumi Bantu UMKM Desa Sukamekar, Ciptakan Inovasi Produk

  • Whatsapp
Mahasiswa KKN-Tematik UMMI kelompok 48
Mahasiswa KKN-Tematik UMMI kelompok 48 dengan dosen pembimbing Arfatul Makiyah berkolaborasi bersama UMKM Desa Sukamekar, Kab. Sukabumi berinovasi produk berupa teh dan rangginang.

SUKABUMI – Saat ini, di Indonesia sedang memasuki era revolusi industri 4.0 di mana teknologi menjadi kebutuhan penting dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Teknologi tidak hanya memudahkan aktivitas manusia sehari-hari, tetapi juga dapat membantu meningkatkan perekonomian. Seperti yang kita tahu, teknologi juga banyak membawa perubahan.

Bacaan Lainnya

Misalnya banyak masyarakat yang lebih sering berbelanja melalui online ketimbang datang ke toko atau supermarket. Selain memudahkan konsumen, dengan berjualan melalui online penjualan produk bisa mencakup nasional bahkan internasional.

Di Kabupaten Sukabumi sendiri produk olahan UMKM setiap warganya tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satunya di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi yang memiliki banyak potensi produk UMKM seperti teh dan rangginang.

Namun sayang di tengah beragamnya produk unggulan khas desa ini, banyak pelaku usaha yang masih kebingungan soal pengembangan produk mulai dari kemasan hingga pemasaran.

Melihat permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN-Tematik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kelompok 48, di bawah dosen pembimbing Arfatul Makiyah dengan anggota kelompok Ilham Purnama Putra dan Aulia Agustian (Mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis),
Meisyahida Nur Asriansyah (Prodi Administrasi Publik), Nuraini Ela (Prodi Pendidikan Teknologi Informasi), Cindy Pradita Sabriyani (Prodi Teknik Sipil), Muhamad Alu Darussalam (Prodi Hukum), Dinda Meliana Hidayah (Prodi Teknologi Informatika), Sabila Putri Alifia (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia), Syifa Nurazizah (Prodi Pendidikan Biologi), dan Siska Khoerunnisa (Prodi Akuntasi) mencoba berkolaborasi bersama UMKM Desa Sukamekar, dengan melakukan inovasi produk berupa teh dan rangginang.

“Yang menjadi prioritas dalam KKN-T UMMI Kelompok 48 adalah mengenai inovasi produk, dan digitalisasi produk. Alhamdulillah kami berhasil merealisasikan program tersebut dengan menciptakan label kemasan, packaging produk, serta dapat membuat market place sebagai pemasaran produk UMKM.

Kami memilih UMKM rangginang dan teh sebagai mitra dalam pelaksanaan program kami,” terang Ketua Kelompok KKN-Tematik 48, Muhammad Alu Darussalam kepada Radar Sukabumi, Rabu (8/9/2021).

Untuk produknya sendiri, diberi label “Rangginang Enin Een”, dan produk “Teh Cap Kendi”, selain dari penamaan produk kelompok KKN-T 48 tersebut juga membantu UMKM dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta membantu untuk berinovasi dalam pengemasan produk yang sesuai dengan minat, dan seiring dengan perkembangan zaman.

“Saat ini lebih dikenal dengan zaman millenial, maka kami berusaha untuk membuat packaging yang lebih menarik sehingga dapat dipasarkan bebas dan dikenal oleh masyarakat luas,” ucapnya.

Hasil inovasi itupun kemudian dikenalkan kepada masyarakat desa setempat melalui kegiatan lokakarya akhir. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Daya Saing UMKM di Desa Sukamekar” dilaksanakan di Balai Warga Sukamekar dengan dihadiri tujuh orang terdiri dari Kepala Desa Sukamekar, Karang Taruna desa, jajaran ketua RW, serta pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat.

Lokakarya akhir ini sekaligus sebagai bentuk penutup dari kegiatan KKN yang telah dilaksanakan selama 40 hari.

Dalam kegiatan lokakarya ini Kelompok KKN-T 48 memaparkan seluruh pelaksanaan program yang terealisasi dengan jumlah 10 program kerja terdiri dari lima program primer dan lima program sekunder.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *