Kadisdik Kota Sukabumi Targetkan Semua Sekolah Terapkan Kurikulum Merdeka pada 2023

KURIKULUM MERDEKA
ILUSTRASI: Para siswa di Kota Sukabumi serius belajar di kelas.

SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi terus mendorong satuan pendidikan untuk menggunakan Kurikulum Merdeka pada tahun 2023.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Sukabumi, Mohamad Hasan Asari. Ia berharap pada 2023 seluruh satuan pendidikan di Kota Sukabumi sudah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka.

Bacaan Lainnya

Bahkan kata Hasan, semakin banyak satuan pendidikan yang mengadopsi Kurikulum Merdeka. Bahkan untuk tahun ajaran 2022, sebanyak 70 persen sudah menerapkan Kurikulum Merdeka.

“Tahun kemarin ada 70 persen satuan pendidikan mulai dari SD dan SMP sudah menerapkan Kurikulum Merdeka,” kata Hasan kepada Radar Sukabumi, Kamis (12/1).

Ia mengatakan, dari data yang diperoleh pada tahun 2022 ada 62 sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka yaitu, PAUD sebanyak 5 sekolah, 36 SD dan 21 SMP.

Sementara itu, masih kata Hasan, sisanya sebanyak 30 persen masih dalam proses karena mengalami keterlambatan pada saat mengisi pendaftaran melalui aplikasi melalui sistem yang ada.

Menurutnya untuk pendaftaran tahap dua akan kembali dibuka pada 23 Februari 2023, Hasan berharap semua sekolah bisa mendaftar sehingga semua di Kota Sukabumi sudah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka.

”Sekarang banyak sekolah yang sudah mengadakan kegiatan semarak karya atau panen karya, Semarak Karya merupakan salah satu perwujudan dari projek profil penguatan pelajar Pancasila yang pada saat ini menjadi tuntutan di implementasi Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

Melalui semarak karya ini, mampu menampilkan kompetensi-kompetensi anak sesuai minat dan bakatnya. Bagi yang berminat seni, tampilkan bidang seni, yang berminat di bidang sains tampilkan bidang sains. Tadi ada beberapa hal yang menunjukkan mereka siap, memperlihatkan kemampuannya itu adalah salah satu implementasi Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, learning by doing, sambil berjalan, seluruh sekolah ini secara bertahap akan melaksanakan kurikulum, baik mandiri, belajar atau berbagi.

“Salah satunya adalah dari implementasi, projek profil penguatan pelajar pancasila, platform merdeka mengajar kemudian ada dari indikator-indikator lain, salah satunya pelaksanaan Semarak Karya,” terang Hasan.(wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *