“Ya itu lah tidak terkenal karena publikasinya juga kurang. Itu sangat penting. Bagaimana kita mengumumkan kepada publik. Kita harus publikasi terus,” ujar Nasir dalam kesempatan yang sama.
Nasir berharap Kemenag dapat membina dan memberikan pacuan agar guru besar PTK tidak berpuas diri. Sehingga, dunia Pendidikan Tinggi Indonesia tidak hanya Perguruan Tinggi umum saja yang teruji, namun PTK juga.
“Upayanya, kemenag haru mendorong para dosen untuk maju di internasional. Jadi, jangan katak dalam tempurung,” pungkasnya.
(rgm/JPC)



