Gandeng Guru Besar Sekolah Bisnis IPB, Fakultas Ekonomi UMMI Gelar Kuliah Umum Bahas Era Vuca

150 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sukabumi
150 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sukabumi yang terdiri dari Program Studi Perpajakan, Program Studi Akuntansi dan Program Studi Manajemen Ritel, bertindak sebagai pemateri dalam acara tersebut adalah seorang Guru Besar Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) “Prof. Dr. Ir. M Syamsul Maarif, M.Eng

SUKABUMI — Kondisi perkembangan dunia saat ini mengalami perubahan yang begitu cepat, terutama perkembangan dunia bisnis. Perkembangan inovasi bisnis dihampir setiap aspek, membuat bisnis hari ini memasuki era VUCA yang penuh gejolak (Volatility), tidak pasti (Uncertainty), rumit (Complexity), dan serba kabur (Ambiguity).

Perubahan kondisi ini direspon secara akademis oleh Dekan Fakultas Ekonomi Elan Eriswanto, M.M dengan melakukan kegiatan Kuliah Umum dan Kuliah Pakar di Aula Universitas Muhammadiyah Sukabumi (24/10/2022).

Bacaan Lainnya

Mengusung topik “Strategi Bisnis di Era VUCA”. Kegiatan kuliah umum dan kuliah pakar dihadiri kurang lebih 150 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sukabumi yang terdiri dari Program Studi Perpajakan, Program Studi Akuntansi dan Program Studi Manajemen Ritel, bertindak sebagai pemateri dalam acara tersebut adalah seorang Guru Besar Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) “Prof. Dr. Ir. M Syamsul Maarif, M.Eng. Prof Syamsul Maarif menyebutkan kondisi VUCA ini merupakan kondisi ketidakpastian, salah satunya kondisi gaya hidup.

Kondisi ini memberikan tantangan ancaman pekerjaan yang akan hilang 1 – 1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025 karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis (Gerd Leonhard, Futurist); dan menurut beliau akan ada peluang pekerjaan baru di Era digitalisasi yang berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2.1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025.

Menurut Prof. Dr. Ir. M Syamsul Maarif, M.Eng mahasiswa Fakultas Ekonomi dapat menjadi millennial entrepreneurship dengan memanfaatkan media sebagai bisnis baru. Peningkatan talenta digital dan peningkatan bahasa terutama bahasa inggris dan bahasa china akan memberikan kemudahan dalam menguasai pasar saat ini. Beberapa contoh Ide Bisnis Untuk Millenial: Desain grafis, Blogging, Website Developer, Travel, Tutor online, Content writer, Fotografi, Translator, Reseller, Percetakan kaos, Kuliner, Fashion.

Starategi yang dapat dilakukan dalam mengahadapi era VUCA yaitu melalui kelimpahan berfikir “cerdas, ikhlas dan ketangkasan yang tinggi”, mahasiswa yang memiliki jiwa wirausahawan mampu menangkap peluang bisnis dengan penuh inovasi serta mampu mengembangkan teknologi digital.

“Jiwa wirausahawan dapat dibangun melalui kemampuan berbisnis atau kemampuan sebagai konsultan bisnis. Kenyataan dilapangan bidang apapun saat ini memerlukan jiwa kewirausahaan,”pungkasnya. (adv/wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *