SUKABUMI — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara meminta pada seluruh guru agar meningkatkan kedisiplina.
Sebab, hal itu menjadi suatu keharusan untuk menyukseskan semua program pemerintah. Salah satunya, pendidikan berkarakter yang tercantum dalam Kurikulum 2013 (K13).
“Dalam meningkatkan kedisiplinan guru, harus ada kerjasama yang baik dengan semua unsur.
Misalnya, organisasi profesi, birokrasi bahkan dewan pendidikan,” kata Dudung kepada Radar Sukabumi, usai kegitan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional (HGN) di Gor Suryakencana Kota Sukabumi, belum lama ini.
Dudung menerangkan, kedisiplinan perlu ditumbuh kembangkan dalam jiwa guru. Karena, guru merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan generasi bangsa yang berkarakter dan cerdas.
Tak hanya itu, guru juga harus menjadi teladan yang baik bagi peserta didik agar dapat mencontoh semua tindak tanduk gurunya. “Terutama, guru jangan kesiangan masuk sekolah.
Seharusnya, guru bisa datang lebih awal dan menyambut pelajar di sekolah. Jika gurunya saja tidak disiplin bagai mana anak didiknya,” terang Dudung.
Maka dari itu, guru harus mampu menjadi suri tauladan bagi para pelajar.
Apalagi, diera pendidikan karakter saat ini, mau tidak mau, guru harus lebih rajin serta meningkatkan profesionalisme demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Sukabumi.
“Mudah-mudahan di HUT PGRI dan HGN ini, ke depan seluruh guru bisa lebih baik lagi dalam mendongkrak serta melahirkan generasi bangsa yang dapat bersaing dan handal,” ujarnya.
Semenrata itu, Walikota Sukabumi M Muraz memaparkan, guru merupakan sosok utama dalam satuan pendidikan. Karena, memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi, olah hati, olah rasa, olah pikiran dan olah raga.
“Guru dan tenga kependidikan juga harus mempu bekerjasama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat untuk terus mengobarkan gerakan nasional revolusi mental,” paparnya.
Urgensi penguatan karakter ini lanjut Muraz, semakin mendesak seiring dengan tantangan berat dimasa yang akan datang.
Maka, pelajar saat ini calon generasi emas Indonesia tahun 2045 harus memiliki bakal jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga.
“Karena itu, kami mendukung guru untuk terus bekerja keras mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak muia. Guru harus dapat berperan sebagai sumber keteladanan,” pungkasnya. (cr16/e)



