SUKABUMI – Dua santri SMA Al Umanaa Boarding School, Ahmad Alwan Nur Kusumo dan Syauqi Izzudin Rahman, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui partisipasi mereka dalam program pertukaran pelajar Asian Youth Leaders (AYL) 2024 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.
Keduanya terpilih dari proses seleksi ketat yang diadakan oleh Tokyo Metropolitan Board of Education (TMBoE) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan AYL 2024, Syauqi Izzudin Rahman yang saat ini duduk di kelas XII A berhasil meraih penghargaan sebagai juara kedua dalam presentasi bertema “Qualities Needed for Future Leaders” di Asia Forum.
Penghargaan ini menjadi bukti konkret kemampuan dan kompetensi santri Al Umanaa dalam bersaing di tingkat global serta mencerminkan kualitas pendidikan yang diterapkan oleh pondok pesantren modern tersebut.
Program AYL 2024 tidak hanya berfokus pada kompetisi semata, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memperluas wawasan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan edukatif.
Selama di Jepang, para peserta diajak untuk mengunjungi sejumlah institusi pendidikan ternama, salah satunya adalah Universitas Tokyo. Di sana, mereka mendapatkan materi langsung dari pakar pendidikan Jepang, Mr. Yuto Kitamura, yang membahas berbagai topik terkait kepemimpinan dan inovasi dalam pendidikan.
Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk menjelajahi kekayaan budaya dan teknologi Jepang melalui kunjungan ke berbagai tempat bersejarah dan pusat inovasi. Pengalaman ini diharapkan dapat menambah inspirasi dan pengetahuan yang berharga bagi para santri, yang nantinya dapat diterapkan dalam lingkungan pendidikan dan sosial di Indonesia.
Hubungan Masyarakat (Humas) SMA Al Umanaa Boarding School, Bagus Dermawan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh kedua santri tersebut.
“Prestasi ini membuktikan bahwa santri Al Umanaa mampu bersaing secara global dengan segala potensi dan kemampuan yang telah dibekali kepada mereka. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi santri lainnya untuk terus berfastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan mengembangkan diri mereka sebaik mungkin,” ujarnya.
Bagus juga menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kurikulum pendidikan di Al Umanaa yang menekankan pada penguasaan lima bahasa asing, yaitu Bahasa Arab, Inggris, Jepang, Mandarin, dan Jerman.
“Kemampuan berbahasa asing yang baik menjadi modal penting bagi santri kami untuk menjelajah dunia dan berinteraksi dalam lingkungan internasional. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk mencetak generasi yang beraqidah tauhidullah, berakhlakul karimah, berwawasan luas, dan memiliki keterampilan yang mumpuni,” tambahnya.





