PENDIDIKAN

Ada Kabar Terbaru Soal KBM Tatap Muka di Sukabumi

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah V Provinsi Jawa Barat membuka pengajuan bagi setiap sekolah tingkat lanjutan SMA dan SMK yang siap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka mulai hari ini, Senin (3/8/2020).

Seperti diketahui sebelumnya sebanyak 104 satuan pendidikan setingkat SMA/SMK dari 29 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi siap menggelar KBM tatap muka lantaran berada di kawasan zona hijau. Adapun dari 104 sekolah tersebut, 35 SMA negeri dan swasta sementara 69 merupakan SMK negeri dan juga swasta.

“Kemarin kita sudah bersoalisisi dihadapan kepala sekolah tentang apa saja persiapan untuk KBM tatap muka mulai dari wajib penggunaan masker bagi guru dan siswa, penyediaan sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan per kelas, serta syarat-syarat untuk pengajuan pembelajaran tatap muka sesuai keputusan bersama,” ujar Kepala Seksi Pelayanan KCD Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Asep Burdah.

Dari hasil pertemuan tersebut, rencananya, Senin (3/8/2020) ke 104 sekolah tersebut akan mengajukan kesiapannya ke KCD.

“Jadi hari ini kita mulai terima pengajuan dari masing-masing sekolah di 29 Kecamatan yang memang mereka secara sarana dan prasarana serta administrasinya sudah lengkap dan sesuai protokol kesehatan sudah sangat siap boleh langsung mengajukan ke KCD. Baru minggu depan KCD akan turun ke lapangan untuk melakukan verivikasi sarana dan prasarananya,” tuturnya.

Adapun dikatakan Asep dibukanya kembali sekolah di masa pandemi untuk wilayah Kabupaten Sukabumi lantaran masih banyaknya pembelajaran daring (dalam jaringan) belum efektif dan masih banyak hambatan.

Hasil evaluasi pembelajaran daring, secara umum masih belum maksimum, masih banyak hambatan seperti misalnya terkendala akses internet, tidak semua siswa memiliki ponsel dan orang tua keberatan menyediakan kuota untuk anaknya.

” Untuk Kabupaten masih banyak kendala salah satunya akses internet dan tidak semua siswa tidak memiliki handphone, tetapi sebenarnya akses internet untuk sekolah negeri hampir semuanya bisa akses tetapi untuk sekolah swasta tidak semua sekolah bisa akses internet dengan baik,” terangnya.

Selain itu, pertimbangan lainnya lantaran sudah tersedianya sarana prasarana yang mendukung seperti tempat cuci tangan, jaga jarak tersedianya handsanitizer serta dukungan dari orangtua.

“Untuk alur pengajuannya, dari sekolah mengajukan kesiapan pembelajaran tatap muka ke KCD Cabang Dinas kemudian memverifikasi kesiapan, setelah dicek cabang dinas mengajukan sekolah yang siap dan memenuhi syarat ke Ketua Gugus Covid19 Kabupaten Sukabumi dan ketua gugus Covid 19 Provinsi Jabar sekolah di verifikasi lagi oleh tim gugus Covid 19, kalau diijinkan oleh gugus tugas covid 19 baru dilaksanakan pembelajaran tatap muka,” jelasnya..

Asep menegaskan KBM tatap muka hanya bisa dilakukan bagi kawasan zona hijau dan bagi sekolah yang sudah siap, jika belum siap ia pun mengimbau agar sekolah tersebut tidak memaksakan. Asep berharap adanya KBM tatap muka ini semua pihak sekolah dapat mendukung kaitan dengan tahapan tahapan pemberlakuan pembelajaran tatap muka dan sekolah tidak evoria tetap melaksanakan protokol kesehatan dan secara bertahap semua sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah. (wdy/rs)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button