PENDIDIKAN

31 Guru dari Simpenan Sukabumi Mengikuti Pelatihan NIMID untuk Meningkatkan Pendidikan Inklusif

×

31 Guru dari Simpenan Sukabumi Mengikuti Pelatihan NIMID untuk Meningkatkan Pendidikan Inklusif

Sebarkan artikel ini
Unipersitas Pendidikan Indonesia di Sukabumi

Sukabumi  – Sebanyak 31 guru sekolah dasar dari Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengikuti pelatihan penyusunan Needs Identification Methodology For Inclusive Design (NIMID) yang dilaksanakan oleh Tim Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dr. Dudi Gunawan, M.Pd., menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa di sekolah inklusif. “Pengabdian berbasis keahlian adalah tugas penting dosen, dan melalui pelatihan ini kami berharap para guru dapat lebih optimal dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Bank bjb Tandamata

Eka Restu Lukaswati, S.Pd., MM., koordinator kelompok, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan terima kasih atas pengetahuan baru yang diberikan tim dosen tentang identifikasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat dilanjutkan agar pendidikan inklusif di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan lancar,” katanya.

Pelatihan ini juga didukung oleh anggota tim penelitian lainnya, yaitu Dr. Nandi Warnandi, Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd., Dr. Juhanini, M.Ed., Hendriano Meggy, S.Pd., M.Pd., Prinanda Gustarina R, M.Pd., serta mahasiswa Nazwa Laila Putri, Wanda Dwi Rahayu, dan Elvina Sabriyati.

Cahyono, S.Pd., dari SDN Simpang Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat diadakan lebih intensif di masa mendatang. “Pelatihan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan kemampuan memberikan layanan terbaik bagi PDBK,” tuturnya.

Pelatihan NIMID dilaksanakan dalam dua sesi: secara daring pada 19 Juni 2024 dan secara luring pada 3 Juli 2024 di SMPN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dr. Juhanaini, M.Ed., dan Prinanda Gustarina R, M.Pd., sebagai pemateri, menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran berbasis identifikasi kebutuhan sehingga kebutuhan belajar siswa dapat terakomodasi dengan baik melalui pendekatan diferensiasi dan Universal Design for Learning (UDL).

Dari analisis situasi, ditemukan bahwa banyak guru di sekolah inklusif menghadapi kendala dalam mengidentifikasi kebutuhan PDBK. Hal ini disebabkan sebagian besar guru bukan lulusan pendidikan khusus. Pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Kabupaten Sukabumi. (Hendriano Meggy)