Pria asal Sidoarjo ini juga mengatakan, baru menghubungi oknum PSSI itu pada musim 2018 lalu. Dan selama ini, tidak ada besaran uang dalam jumlah besar di setiap transaksi tersebut. “Pada kompetisi Liga 2 tidak ada uang besar sama sekali,” ujarnya.
Namun pengakuan Vigit patut dipertanyakan. Pasalnya, seperti disebutkan oleh mantan runner pengaturan skor, Bambang Suryo, Vigit merupakan salah satu kepanjangan tangan Bandar judi dari Kamboja.
Maka itu, Satgas musti menelusuri lebih jauh dugaan keterlibatan Vigit dalam banyak pertandingan lain atau sebelum kompetisi di musim-musim sebelumnya.
(net)






