Pada akhir babak pertama, statistik menunjukkan ball possesion masing-masing 50 persen untuk kedua tim. Saat babak kedua, pertandingan memanas saat pemain Kanada yang baru masuk, Jacob Shaffelburg, ditekel keras oleh Miguel Araujo pada menit ke-54.
Sejumlah pemain Kanada berkerumun ke arah Araujo, karena menilai pelanggaran itu sangat berbahaya. Wasit lantas berinisiatif mengecek VAR dan akhirnya memutuskan Araujo mendapatkan kartu merah.
Setelah insiden tersebut, Kanada lebih leluasa menyerang pertahanan Peru. Terbukti, beberapa kali Shaffelberg melepaskan umpan ke Larin dan David sehingga merepotkan penjaga gawang Gallese.
Kedua tim banyak membongkar pasang pemain selama di babak kedua. Menit ke-66 Buchanan menggantikan Laryea. Sementara, Peru, mengganti penyerangnya, Lapadula, dengan Paulo Guerrero.
Jual-beli serangan terus terjadi. Pada akhirnya, gol tercipta melalui skema serangan cepat oleh Shaffelberg. Pemain bernomor punggung 14 itu, lalu memberi umpan kepada Jonatan David yang berhasil melepas tembakan ke sudut gawang.
Merespons gol tersebut, skuad asuhan Fossati tidak tinggal diam. Pada menit ke-91, umpan lambung dari belakang ke Cristian Cueva yang berdiri di dalam kotak penalti lawan, diteruskannya dengan tendangan voli. Namun, bola berhasil ditepis Crepeau.
Upaya itu menjadi yang terakhir mengancam gawang Kanada. Pada akhirnya skor tidak berubah dan tetap 1-0 untuk keunggulan Kanada. Berdasarkan statistik pertandingan, lebih dari total 29 pelanggaran dilakukan oleh kedua timnas.
Sementara itu, sebelum bersua, Peru maupun Kanada sama-sama gagal mencetak gol di laga pertama. Bedanya, Peru bermain imbang 0-0 dengan Chile, sedangkan Kanada takluk di hadapan juara bertahan Argentina dengan skor 0-2.
Gawang Kanada dibobol oleh Julian Alvarez menit ke-49 dan Lautaro Martinez menit ke-88. Setelah melakoni dua pertandingan Grup A Copa America 2024. Kanada mengumpulkan tiga poin, sedangkan Peru cuma satu poin.(*)






