Saat itu, Borneo FC menyerah dengan skor 0-1 dalam dua leg. Takluk 0-1 di kandang Arema FC Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang dan hanya bermain imbang 0-0 di kandang sendiri Stadion Segiri Samarinda.
Final Piala Presiden 2024 kali ini akan menjadi kesempatan bagi tim berjuluk Pesut Etam itu untuk menuntaskan dendamnya kepada Arema FC.
Arema FC seolah menjadi “hantu” bagi Borneo FC di Piala Presiden yang dibayangi rekor buruk lainnya, yakni selalu takluk saat memainkan laga final di malam hari.
Penampilan impresif Diego Michiels dkk sirna begitu saja. Kini, final Piala Presiden 2024 menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk memutus mitos buruk itu dengan benar-benar dimanfaatkan Borneo FC mengakhiri catatan negatif tersebut.(*)






