SEPAKBOLA

Prediksi Belanda vs Turki: Dipenuhi Aroma Politik, Timnas Pusat Diunggulkan

×

Prediksi Belanda vs Turki: Dipenuhi Aroma Politik, Timnas Pusat Diunggulkan

Sebarkan artikel ini
Penyerang Belanda Cody Gakpo merayakan gol pertama timnya pada pertandingan sepak bola Grup D UEFA Euro 2024 antara Belanda dan Austria di Olympiastadion di Berlin pada Selasa (25/6/2024). (AFP/Odd Andersen)
Penyerang Belanda Cody Gakpo merayakan gol pertama timnya pada pertandingan sepak bola Grup D UEFA Euro 2024 antara Belanda dan Austria di Olympiastadion di Berlin pada Selasa (25/6/2024). (AFP/Odd Andersen)

Pertandingan di kandang klub Hertha Berlin di Liga Jerman itu mungkin bisa diwarnai hujan gol seperti dua pertemuan pada 2021 itu, sebagian karena kedua itu memiliki sejumlah bomber muda yang berbahaya di depan gawang, khususnya Cody Gakpo di Belanda, dan Arda Guller di Turki.

Bank bjb Tandamata

Berada di bawah bayang-bayang Mohamed Salah di Liverpool, Gakpo berkilau selama Euro 2024 karena menjadi ancaman konstan untuk sayap kanan lawan-lawan Belanda.

Separuh dari 12 gol Gakpo untuk timnas Belanda, dia ciptakan dalam turnamen-turnamen besar sepak bola, termasuk tiga gol dalam Piala Dunia 2022.

Jika Gakpo mencetak gol kala melawan Turki, maka dia akan menyamai pendahulu-pendahulunya, Ruud van Nistelrooy dan Arjen Robben, mencetak tujuh gol dalam Piala Dunia dan atau Piala Eropa.

Arda Guller dalam skuad asuhan Vincenzo Montella tak kalah menarik. Masih berusia 19 tahun tapi memiliki kematangan bak seorang pemain senior, Guller tampil tenang dan terampil sampai beberapa kali memberi jalan kepada rekan-rekannya untuk mencetak gol.

Dialah yang memberikan assist kepada Demiral untuk mencetak gol kedua ke gawang Austria yang berujung larangan UEFA itu.

Tetapi tentu saja ini bukan cuma pertarungan antara Gakpo dan Guller, tetapi juga tentang siapa yang paling bisa memaksimalkan kelengkapan kekuatan dalam semua departemen permainan di kedua tim.

Turki memang jauh di bawah Belanda dalam soal pengalaman, tapi Bintang Bulan Sabit pernah dua kali melewati babak ini, dalam Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008, sampai menjadi peringkat ketiga dalam Piala Dunia 2002.

Belanda harus siap dengan kejutan yang dihadirkan Turki, apalagi mereka memiliki tim muda nan enerjik yang bisa merusak segala rencana dan ekspektasi Oranye.

Hasil meyakinkan kala menaklukkan Rumania membuat Ronald Koeman berat sekali mengubah sebelas pemain pertamanya. Sebaliknya, dia akan menurunkan susunan starter sama dengan saat mengalahkan Rumania itu, termasuk Bart Verbruggen sebagai penjaga gawang dan Virgil van Dijk yang tetap di jantung pertahanan Oranye.

Tapi Koeman tak bisa menurunkan Steven Bergwijn yang cedera sewaktu melawan Rumania. Jeremie Frimpong atau Donyell Malen berkesempatan sama dalam mengisi posisi Bergwijn, untuk memimpin serangan dari sayap kanan bersama bek kanan Denzel Dumfries.

Gakpo dan ujung tombak Memphis Depay mustahil dipinggirkan oleh Koeman. Sebaliknya, mereka akan dilengkapi kembali oleh kehadiran Xavi Simons dan Malen sebagai kuartet serang dalam formasi 4-2-3-1.

Tijjani Reijnders dan Jerdy Schouten menjadi jembatan antara lini belakang dan lini serang, yang akan bertarung dengan dua gelandang tengah Turki untuk mendominasi lapangan tengah.