DALLAS – Semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Texas, Rabu (15/7), menjadi panggung keperkasaan Spanyol. La Roja menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 lewat gol penalti Mikel Oyarzabal dan sontekan Pedro Porro, yang sekaligus dinobatkan sebagai player of the match.
Kemenangan ini bukan hanya memastikan tiket ke final, tetapi juga mengangkat Spanyol ke peringkat satu FIFA, melewati Argentina.
Prancis datang dengan catatan impresif: enam kemenangan beruntun, 16 gol, dan hanya kebobolan dua kali. Namun, semua runtuh di hadapan Spanyol yang tampil nyaris sempurna di semua lini. Les Bleus gagal mencetak gol untuk pertama kalinya sepanjang turnamen, sementara Spanyol memperpanjang catatan clean sheet mereka menjadi enam kali.
Kunci Kemenangan Spanyol
- Pertahanan solid: cepat menutup ruang dan agresif merebut bola.
- Serangan vertikal: lebih tajam dibanding gaya Prancis.
- Kolektivitas tim: Fabian Ruiz dan Rodri mengatur tempo bak dirigen akordeon, membuat kreativitas Prancis lumpuh.
- Efisiensi peluang: dari 10 peluang, dua berbuah gol. Total Spanyol sudah menciptakan 120 peluang sepanjang turnamen, rata-rata 17 per laga—tertinggi di antara semifinalis.
Didier Deschamps mengakui timnya tampil tidak seperti biasanya. Prancis justru masuk perangkap Spanyol dengan bermain lebih ofensif, yang membuat mereka terbuka terhadap serangan balik La Roja.
Implikasi
- Spanyol kini di ambang gelar Piala Dunia kedua, setelah edisi 2010.
- Kekalahan Prancis membuka persaingan Sepatu Emas: Lionel Messi, Kylian Mbappé, hingga striker Inggris seperti Harry Kane dan Jude Bellingham masih berpeluang.
- Final akan mempertemukan Spanyol dengan pemenang semifinal lain, Argentina atau Inggris.
Spanyol menunjukkan bahwa melawan mereka tidak cukup dengan skill individu. Dibutuhkan tim yang kompak, kreatif, dan solid di semua lini. La Roja kini berdiri di ambang sejarah, siap menaklukkan dunia untuk kedua kalinya.(*)





