Persib Luar Biasa

  • Whatsapp
Persib

SOLO – Akhirnya, Wander Luiz membuka kran gol untuk Persib Bandung. Dua gol yang disumbangkannya saat melawan PS Sleman di Stadion Manahan, Solo, kemarin malam, mengantarkan Persib Bandung pada kemenangan dengan skor akhir 4-2. Dua gol lainnya diciptakan Mohamed Rashid.

Penyerang asal Brasil itu harus menunggu sampai pekan ke delapan untuk membuka pundi-pundi golnya. Sampai dengan pekan ke tujuh, gol yang diciptakan Maung Bandung ke gawang lawan tak lain hadir dari gelandang. Atas penampilannya yang apik, pujian datang dari pelatih Robert Alberts.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui, Maung Bandung berhasil menang comeback atas PSS Sleman dengan skor 4-2. Persib sempat tertinggal 0-1 dari PSS pada babak pertama. Akan tetapi, tim besutan Robert Alberts berhasil tampil apik pada jalannya babak kedua. Mereka sukses membalikkan keadaan lewat empat gol yang dicetak oleh Mohammed Rashid dan Wander Luiz.

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts mengapresiasi dua gol dari Wander Luiz. Namun tidak mengenyampingkan dua gol lainnya. “Kita tahu Wander Luiz cukup kesulitan dalam mencetak gol.

Ketika susah mencetak gol dan akhirnya bisa mencetak gol, selanjutnya akan kembali bisa mencetak gol dengan mudah. Saya berharap semua bisa lancar kedepannya. Saya tau musim lalu dia adalah top skor di Liga kita,” kata Roberts, kemarin.

Namun, ada kejadian unik yang dialami Robert dalam laga kemarin. Ia tidak melihat tendangan penalti yang dilakukan pemilik nomor punggung 9 itu. “Saat Luiz menendang penalti kami tidak melihat. Sebabnya, saat latihan tendangan penalti, dia selalu gagal dalam menendang penalti,” ucapnya.

Secara keseluruhan ia sangat puas dengan permainan Nick Kuippers dkk. Namun ia menyoroti beberapa kesalahan elementer yang masih dilakukan oleh pemainnya dalam laga kamerin.

“Jalannya pertandingan sedikit berbeda, kami bermainn lambat di babak pertama, kita melakukan kesalahan sendiri di babak pertama dan ada gol ke gawang kami. Di babak kedua kami coba merubah. Di babak pertama formasi tidak pernah pakai pada laga sebelumnya. Banyak pendekatan yang dilakukan pada laga ini, sehingga kami bisa merubah dan memenangkan pertandingan,” ujar pelatih asal Belanda itu.

Sementara itu pelatih PSS Sleman Dejan Antonic mengaku bingung dengan openampilan Kim Jefrrey dkk. Pasalnya, pada babak pertama tim Super Elang Jawa berhasil mematikan permainan Persib, bahkan sempat unggul 0-1 pada paruh babak pertama.

“Pertama kami sedih karena kami hilang poin hari ini, dari pertandingan hari ini, babak pertama kita main bagus disiplin di tengah kuat, dan kami bisa menyulitkan Persib dengan counter dan ada satu gol di sana. Persib juga tidak ada terlalu banyak peluang di babak pertama.

Tetapi Setelah itu, di babak kedua, momen yang membuat pemain bingun adalah penalti yang diberikan wasit kepada Persib,” katanya.

Selain itu, Dejan tidak menampik jika penampilan pada babak kedua menurun. Banyak kesalahan individu dari skuadnya yang berhasil dimanfaatkan Persib dan berbuah gol.

“Kami ada buat kesalahan individu yang bisa dimanfaatkan Persib untuk mencetak 3 gol dalam 10 menit. Persib juga di babak kedua ganti formasi.

Tetapi momen yang membuat kami turun adalah penalti itu. Dan kami coba merespons tapi hasilnya, sudah 3-1, 4-1 ya kita harus fokus untuk pertandingan selanjutnya melawan Bali United. Ya, pasti kecewa karena di babak pertama kami disiplin, tetapi Persib Bandung meraih kemenangan,” ucap Dejan. (pra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *