LIGA INDONESIA

Liga 1 Indonesia Tersiap Sepanjang Sejarah

JAKARTA – Jadwal jadi salah satu masalah terbesar di Liga 1 selama beberapa musim terakhir. Adanya penundaan hingga perubahan jadwal secara mendadak membuat kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu tak ubahnya kompetisi tarkam yang idak profesional.

Akibat dari jadwal yang tidak jelas itu cukup banyak. Dari hak siar misalnya, musim lalu mengalami penurunan karena ada beberapa laga yang berubah. belum lagi dari pihak sponsor. Pastinya kerugian akan terjadi. PT LIB juga kesulitan mencari sponsor yang mau mengucurkan dana besar untuk membiayari Liga 1 selama semusim penuh.

Nah, masalah itu coba ditanggulangi musim ini. (4/2) dalam launching Liga 1 dan memperkenalkan sponsor utama yang sama dengan musim lalu, LIB berkomitmen Liga 1 musim ini jauh lebih baik. Terutama soal jadwal kompetisi.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua PSSI Moch Iriawan. Dia menuturkan Liga 1 musim ini paling siap dibandingkan tiga musim sebelumnya. ’’Soal kick-off saja, tepat waktu. Bandingkan dengan musim lalu,’’ ungkapnya.

Berkaitan dengan jadwal kompetisi semusim pun, dia menuturkan memang jadi penyakit dari tahun ke tahun. Jadi hal lumrah yang seakan tidak bisa diselesaikan. Padahal, dampak dari perubahan jadwal tersebut sangat besar. salah satunya sepak bola Indonesia tidak bisa jadi industri yang maju.

Karena itu, musim ini pihaknya yang menepatkan sosok Wakil Ketua Umum Cucu Somantri di Direktur Utama LIB mempersiapkan Liga 1 lebih matang. Sejak Januari, jadwal sudah mulai disusun.

Lantas dikirimkan ke klub kemudian minta feedback. ’’Kami juga sudah Rakor (Rapat Koordinasi) dengan Polri beberapa waktu lalu untuk menyinkronkan jadwal. Agar kalender Kamtibnas dengan jadwal Liga 1 tidak bertabrakan. Agar izin pertandingan bisa turun.

Kapolri juga sudah memerintahkan anak buahnya agar membantu PSSI melancarkan jadwal Liga 1,’’ paparnya.

Rakor dengan kepolisian juga terkait masalah keamanan. Kerusuhan antar suporter kerap jadi biang keladi buruknya kompetisi sepak bola di Indonesia. ’’PSSI akhirnya campur tangan untuk memberesi ini, kami bentuk Divisi Pembinaan Suporter,’’ jelas pria yang kerap dipanggil Iwan Bule tersebut.

Divisi ini tugasnya memberikan edukasi kepada suporter. Edukasi mana hal-hal yang dilarang dalam pertandingan sepak bola dan dampaknya.

’’Ini sedang berusaha keras membina. Suporter kurang edukasi, mereka tidak tahu jika ulah-ulah mereka bisa merugikan sepak bola jangka panjang. Klubnya juga rugi karena yang disanksi kan bukan suporternya, tapi klubnya,’’ bebernya.

Cucu Somantri sependapat dengan Iwan Bule. Selain persiapan yang matang, Liga 1 musim ini lebih panjang dari musim lalu. 34 pertandingan yang dimainkan, total Liga 1 berjalan selama 246 hari.

’’Dengan demikian klub-klub punya waktu recovery 4,8 hari. Bandingkan dengan musim lalu yang hanya 4,68 hari,’’ ucapnya.

Waktu recovery itu dibutuhkan untuk menampilkan permainan ciamik di lapangan. Ketika pemain dalam keadaan fit, otomatis permainan yang ditunjukkan maksimal. ’’Persaingan akan kompetitif, jauh lebih bagus,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris SEA Group yang merupakan induk perusahaan Shopee (sponsor utama Liga 1) Pandu Sjahrir menuturkan pihaknya mengakui memang punya dampak terkait tidak jelasnya jadwal musim lalu. Tapi itu tidak jadi alasan pihaknya mundur jadi sponsor utama lagi di Liga 1.

Menurutnya, Shopee sebagai sebuah brand bukan hanya diuntungkan dari sisi ekonomis dari Liga 1. Melainkan sisi instutusi.

’’Kami yakin Liga 1 akan lebih baik dari sebelumnya penonton lebih banyak. Akhirnya kami bisa jadi salah satu channel untuk bisa menarik penonton datang, bukan hanya lewat TV, dari melalui aplikasi kami. jadi menaikkan value Liga 1 juga,’’ ujarnya.

Baginya, adanya masalah Liga 1 tidak jadi problem. Yang dilihatnya ketika deal jadi sponsor utama lagi musim ini adalah komitmen dari LIB untuk lebih baik lagi.

’’Dan kepercayaan dunia menunjuk Indonesia jadi hosting Piala Dunia bukan main-main, itu kepercayaan penting. Momentum ini harus kami tarik, yang sekarang harus kami majukan Liga 1,’’ paparnya.

Disinggung apakah nilai kontrak naik dibandingkan musim lalu, Pandu enggan menjawab. Yang pasti, dirinya ingin membantu Liga 1 untuk lebih baik ke depannya. ’’Poinnya adalah kami support,’’ ucapnya. (rid)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button