Mengenai dua tim luar negeri, Maruarar menyebut tujuan pihaknya mengundang mereka adalah agar klub-klub lokal terbiasa bermain melawan tim luar negeri. Edisi tahun ini akan menjadi edisi pertama Piala Presiden yang diikuti klub luar negeri.
“Alasannya saya rasa bagus supaya kita juga makin banyak bertanding dengan (tim) luar negeri sebagai negara timnas kita. Dengan begitu, klub-klub kita juga sudah terbiasa main sama klub-klub asing,” jelas dia.
Jumlah tim pada edisi ini dipastikan paling sedikit dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Dalam edisi pertama pada 2015 ada 16 tim yang turut serta, dan bertambah menjadi 20 tim pada edisi kedua (2017), ketiga (2018), dan keempat (2019). Kemudian berkurang lagi menjadi 18 tim pada edisi kelima (2022) dan lalu delapan tim pada edisi terakhir (2024).
Arema menjadi tim tersukses karena empat kali menjuarai turnamen ini pada 2017, 2019, 2022, dan 2024.(*)






