Mereka tim padu karena telah bersama selama 10 sampai 15 tahun, yang dimulai sejak mereka bermain untuk timnas junior. Situasi in membantu Yakin dalam meramu tim kuat yang hanya sekali kalah dalam 19 pertandingan sejak awal 2023.
Mereka tim yang mengandalkan kesatuan dan kebersamaan yang miskin bintang tak seperti Inggris. Hanya gelandang Bayer Leverkusen Granit Xhaka dan bek Manchester City Manuel Akanji yang namanya mendunia.
Tapi Swiss lebih dari sekadar tim sepak bola karena mereka juga sekumpulan teman yang sering bareng dan mengenal betul satu sama lain, termasuk trio Dan Ndoye, Michel Aebischer dan Remo Freuler yang sama-sama memperkuat Bologna di Liga Italia dan menjadi tiga pemain kunci Swiss selama Euro 2024.
Sebaliknya, kekompakan menjadi barang mewah untuk Three Lions. Mereka terdiri dari pemain-pemain bintang yang bermain cemerlang bersama klub-klub mereka tapi di bawah standar bersama timnas.
Three Lions hanya sekali memenangkan laga normal 90 menit selama Euro 2024. Herannya, Southgate enggan merombak sebelas pemain pertamanya.
Kini dia dipaksa merombak timnya setelah tak bisa menurunkan bek Marc Guehi akibat akumulasi kartu. Southgate harus berhitung ulang di lini pertahanannya, apalagi Swiss memiliki tim serang yang kuat yang dua kali menjebol gawang Italia yang terkenal memiliki pertahanan yang tangguh.
Perubahan ini juga untuk mengakomodasi Phil Foden untuk bermain sebagai penyerang tengah seperti dia perankan di Mancheste City.
Southgate menaruh Foden di sayap kiri agar bisa mengoptimalkan peran Jude Bellingham yang sejak di Real Madrid terbiasa menjadi gelandang serang, padahal posisi alamiah pemain ini adalah posisi seperti Declan Rice sebagai gelandang tengah.
Southgate mungkin memasang Foden dan Bellingham lebih ke tengah, untuk melapis Harry Kane. Dengan cara ini, dia bisa menjawab pertanyaan mengenai lini serang yang mandul.
Jika Southgate memasang formasi bek tengah yang pada Euro 2020 menjadi fondasi sukses Three Lions, maka dia harus memanggil bek tengah tambahan pengganti Marc Guehi yang tak bisa dimainkan karena akumulasi kartu.
Bek tengah ekstra itu adalah Ezri Konsa. Dia akan menyempurnakan triumvirat pertahanan bersama John Stones dan Kyle Walker yang kali ini ditarik ke belakang dari posisi asli bek kanan.
Southgate bisa memasang varian-varian tiga bek tengah dengan pola 3-4-2-1 atau 3-5-2. Tapi jika melihat penampilan cemerlang Ivan Toney kala melawan Slovenia, maka formasi lima gelandang dan dua penyerang mungkin yang dipilih Southgate.
Jika itu yang dipakai, maka Toney akan membentuk ujung tombak kembar bersama Kane, yang dibeking lima gelandang. Declan Rice berada paling tengah dengan tugas utama melapis pertahanan, sedangkan Bellingham dan Foden berdiri sejajar di tengah melapis Toney-Kane.
Akan halnya dua sayap permainan Inggris, akan ditutup oleh Saka di kanan, sedangkan sayap kiri diisi bek sayap Kieran Trippier.






