NASIONAL

Wendri Ekananda, Pilot AD dari Kaki Gunung Ijen Jalani Simulator di Texas, Jadi Satgas Garuda di Mali

×

Wendri Ekananda, Pilot AD dari Kaki Gunung Ijen Jalani Simulator di Texas, Jadi Satgas Garuda di Mali

Sebarkan artikel ini

Wendri mengatakan, kisah perjalanannya menjadi pilot TNI AD dimulai saat dia diterima sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil) pada 2004 silam. Saat menapak tingkat III, seluruh Taruna Akmil diwajibkan mengikuti tes pilot. Mulai tes kesehatan, akademik, psikologi, jasmani yang semuanya harus memenuhi standar pilot militer. ”Dari semua taruna tingkat III, yang lulus sebanyak 15 orang, termasuk saya,” ujar pria berpangkat Kapten (Cpn) tersebut Jumat (12/1).

Setelah itu, Wendri dan 14 taruna lain mengikuti seleksi lanjutan, yakni aptitude test atau tes bakat terbang. Hasilnya, yang terjaring hanya lima orang. ”Setelah lulus dari Akmil dengan pangkat letnan dua (letda) saya masuk korps penerbangan di jajaran TNI AD,” kenang pria kelahiran Banyuwangi, 23 April 1985 tersebut.
Belum berhenti sampai di situ, Wendri lantas menempuh studi lebih lanjut di sekolah kecabangan penerbang TNI AD dan sekolah pilot militer selama setahun. ”Setelah setahun, saya masuk satuan operasional di

Bank bjb Tandamata

SKADRON 11/SERBU,” paparnya.
Sejauh ini, suami dr Istin Erisda Listiyani itu telah menuntaskan sejumlah tugas kedinasan. Yang pertama, dia menjalani dinas simulator Bell 412 EP di Flightsafty, Texas, Amerika Serikat (AS). Selain itu, ayah dari F. Khansa Callysta dan F. Sheza Callysta juga menjadi personel Kontingen Garuda Satgas Helikopter TNI di Mali, Afrika Barat. Dia juga pernah berdinas sebagai personel pengamanan perbatasan di Papua, Indonesia dengan Papua Nugini.

Tugas apa yang paling berkesan? Wendri mengaku, yang paling berkesan adalah melaksanakan tugas sebagai personel Satgas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Mali. ”Karena saya harus berinteraksi dengan masyarakat lokal dengan bahasa nasional Prancis. Bukan bahasa Inggris, sehingga cukup kesulitan interaksi,” kata dia.

Begitulah kisah perjalanan Wendri hingga sukses menjadi penerbang TNI AD. Dia berhasil membuktikan bahwa dengan tekad kuat, semangat, dan pantang menyerah, anak desa pun bisa menggapai cita-cita. Karena kesuksesan bukan monopoli orang kota.(bw/sgt/als/JPR)