Menurut Djudju, adanya video “Ayo Ngopi” dari seorang petinggi TNI Angkatan Darat tersebut sangat disayangkan sekali. Karena tidak ada urgensinya bagi pertahanan negara.
“Sejatinya masih banyak persoalan kedaulatan dan disintegrasi bangsa, misalnya teroris OPM di Papua, yang harus diselesaikan oleh tugas TNI, daripad sekadar dengan nyanyi-nyanyi sambil minum kopi,” pungkasnya.






