Menurut Laksda Julius sampai pukul ini pukul 14.03 waktu setempat pihaknya baru mendapatkan laporan bahwa hanya satu orang yang dikonfirmasi gugur atas serangan KKB Papua, atas nama Pratu Miftahul Arifin.
Selain Laksda Julius menyampaikan bahwa Panglima TNI mengungkapkan atas operasi militer yang sifatnya Smart Operation, di mana jenis operasi ini dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban.
“Strategi operasi ini tidak bisa kami ungkapkan kerana sifatnya sangat sangat-sangat rahasia,” terang Laksda Julius.
Laksda Julius juga menjelaskan bahwa saat ini Satgas ini mencoba untuk menyisir mendekati posisi dari para penyandera yang kemudian mendapatkan serangan dari KKB Papua.(*)






