Tembakan gas air mata tersebut tak hanya mengarah ke suporter yang di dalam lapangan saja tapi ditembakkan juga arah tribun suporter. Dengan ditembakkannya gas air mata tersebut membuat para suporter panik menghindari gas air mata dan berdesak-desakan ke pintu keluar yang terbatas.
Terkait dengan gas air mata, dalam laporan TGIPF juga mengungkapkan bahwa gas air mata faktor utama kematian korban tragedi Kanjuruhan Malang. Mahfud mengatakan gas air mata merupakan pemicu dari kepanikan suporter Aremania dan akhirnya desak-desakan.
“Kemudian yang meninggal, cacat dan kritis dipastikan karena desak-desakan setelah adanya tembakan gas air mata,” kata Mahfud.(*)




