Karena banyaknya suporter Arema FC yang masuk ke lapangan membuat pihak keamanan menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata tak hanya mengarah ke suporter yang ada di lapangan tapi mengarah ke tribun penonton juga.
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan gas air mata merupakan pemicu dari kepanikan suporter Aremania dan akhirnya desak-desakan. “Kemudian yang meninggal, cacat dan kritis dipastikan karena desak-desakan setelah adanya tembakan gas air mata”.(*)






