Sultra Penyumbang Kerugian Negara Terbesar, IBC Sebut Banyaknya Kejahatan dalam Nikel

Direktur Eksekutif Indonesia Buget Center (IBC) Ibeth Kusrini
Direktur Eksekutif Indonesia Buget Center (IBC) Ibeth Kusrini

JAKARTA — Secara mengejutkan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengeluarkan temuan yang menempatkan Sulawesi Tenggara sebagai daerah penyumbang kerugian negara terbesar di Indonesia, sampai Rp5,73 triliun. Penyebab utamanya adalah tata kelola pertambangan yang buruk terutama nikel di daerah tersebut.

Direktur Eksekutif Indonesia Buget Center (IBC) Ibeth Kusrini menilai ada benerapa faktor yang menyebabkan tingginya kerugian negara di Sultra. “Pertama, lemahnya pengawasan dan pengendalian internal oleh pemerintah daerah Sultra terhadap proses perizinan dan pengawasan kegiatan pertambangan,” kata Ibeth dalam pernyataannya kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/5/2024).

Kedua, sambung Ibeth, adanya kolusi antara pemegang kekuasaan di daerah Sultra dengan pihak-pihak yang terlibat dalam praktik suap dan pertambangan ilegal.

“Juga kurangnya integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum di Sultra dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Ibeth mencontohkan kasus mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, terkait kerugian lingkungan pada tahun 2016 mencapai Rp4,3 triliun. Ini hampir dua kali lipat nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

“Angka ini mencakup kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pemberian izin pertambangan yang dilakukan oleh Nur Alam. Dia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp2,7 miliar dari keuntungan yang diperoleh dari izin pertambangan yang diberikan kepada pengusaha,” ujarnya.

Kasus ini, kata Ibeth menunjukkan pentingnya memperhitungkan dampak lingkungan dalam penanganan kasus korupsi di sektor sumber daya alam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *