“Kalau target testing 500 ribu pun masih enggak memadai, itu boleh saja dilakukan saat awal tahun lalu. Tapi sekarang harusnya sejuta testing. Tapi jangan tes dengan PCR ya, pemerintah mahal juga biayanya. Cukup dengan rapidtes antigen harganya Rp 50 ribuan tapi validitas akurasi jauh sudah makin baik dibanding awal-awal sudah 97 persen saat ini. Itu jauh memenuhi syarat dan harusnya ditanggung pemerintah. Kalau enggak, kita akan gagal,” katanya,.
Ia mengibaratkan seperti melawan musuh dalam berperang, maka musuh yang tak nyata yakni Covid-19 harus ditemukan sebanyak-banyaknya dengan testing. Kemudian barulah dibentengi juga dengan vaksinasi.
“Kalau testing seadanya, maka tak terkendali dong musuhnya. Jadi paradigmanya, menemukan kasus itu prestasi.
Kemudian langsung isolasi karantina, transmisinya putus. 3T itu cost effective dengan 5M juga yang punya daya ungkit besar untuk cegah perburukan di sektor lain,” tutupnya.






