NASIONAL

Simpan Uang Rp 6,425 Miliar

×

Simpan Uang Rp 6,425 Miliar

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sudah menyiapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Cirebon Rachmat Sutrisno sebagai pengganti Sunjaya. ”Begitu nanti ada pengumuman resmi yang bersangkutan (Sunjaya) ditahan, agar tata kelola pemerintahan di Cirebon tidak berhenti,” ungkap Tjahjo kemarin. Dia tidak memilih wakil bupati lantaran orang nomor dua di Kabupaten Cirebon itu sudah kepalang mencalonkan diri sebagai caleg DPR.

Sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, Rachmat bakal menggantikan Sunjaya sampai proses hukum terhadap atasannya itu berkekuatan hukum tetap. Tjahjo memastikan, pergeseran posisi tersebut tidak akan memakan waktu. Sebab, instansinya juga terus berkomunikasi dengan Pemprov Jabar. ”Yang penting jangan sampai ada kekosongan tanggung jawab pemerintahan di daerah,” ujarnya.

OTT KPK terhadap kepala daerah memang bukan kali pertama terjadi. Dalam dua pekan terakhir, sudah dua kepala daerah dari Jabar kena operasi senyap lembaga antirasuah tersebut. Disamping fungsi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang masih belum maksimal, Tjahjo menyebutkan, pribadi masing-masing kepala daerah juga turut menjadi salah satu sebab ada saja kepala daerah kena OTT KPK. ”Kembali ke orangnya,” kata dia.

Untuk itu, Tjahjo sebagai mendagri tidak henti-henti mengingatkan para kepala daerah. Berbagai upaya terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Termasuk di antaranya dengan membawa mereka ke kantor KPK usai dilantik. ”Untuk berdiskusi bagaimana pencegahan yang baik,” imbuhnya.

Bahkan, sambung dia, Presiden Joko Widodo juga turun tangan dan berulang kali mengingatkan setiap kepala daerah. Namun demikian, semua upaya tersebut tidak lantas membuat kepala daerah nakal kemudian sadar. Buktinya sampai saat ini masih ada yang terseret kasus korupsi.

Karena itu, penguatan APIP dinilai penting oleh Tjahjo. Sejauh ini, kata dia, keberadaan pengawas internal pemerintah itu seolah tidak ada. ”Selama ini nggak jalan. Malah saya jujur, (APIP) antara ada dan tiada,” terang menteri kelahiran Surakarta itu.Menurut dia, penguatan APIP sudah dibahas secara serius oleh pemerintah pusat. ”Tinggal nunggu PP-nya,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *