Sepak Terjang Kuat Ma’Ruf, Tersangka Pembunuhan Brigadir J yang Punya Banyak Peran

Kuat Ma'ruf
Kuat Ma'ruf/ilustrasi-ilustrasi-PMJ News

JAKARTA — Salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Ma’ruf kini menjadi sorotan utama publik. Ya, Kuat Ma’ruf ternyata memiliki sejumlah peran dalam peristiwa berdarah tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Kuat Ma’ruf?

Bacaan Lainnya

Sosok Kuat Ma’ruf yang merupakan warga sipil yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) tepatnya sopir Irjen Ferdy Sambo. Kuat Ma’ruf diketahui sudah lama menjadi bagian dari keluarga Ferdy Sambo. Bahkan warga sipil tersebut juga dipercaya ‘menyimpan’ informasi penting Sambo.

Kuat Ma’ruf juga disebut sebagai sosok yang berperan mengancam membunuh Brigadir J. Pesan ancaman pembunuhan itu diterima Brigadir J malam hari sebelum hari dihabisi. Hal itu diketahui setelah Komnas HAM memeriksa kekasih Brigadir J bernama Vera.

Kuat Maruf ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa p9 Agustus 2022, bertepatan dengan penetapan tersangka Irjen Ferdy Sambo. Oleh polisi, Kuat Ma’ruf disebut berperan membantu dengan membiarkan dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir J.

Kuat Maruf juga tak melaporkan rencana pembunuhan terhadap Brigadir J sebelum penembakan. Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak juga mengatakan, bahwa Kuat Ma’ruf diduga terlibat dalam ‘skuad’ yang mengancam Brigadir J.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam juga mengungkap ‘skuad’ yang mengancam akan membunuh Brigadir J. Anam menyebut, “skuad” yang dimaksud adalah ART sekaligus sopir Sambo yang menjadi tersangka, yakni Kuat Maruf.

Ancaman yang Brigadir J terima berdasarkan pengakuan Vera (pacar Brigadir J) adalah larangan agar Brigadir J tidak menemui istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, di lantai atas. Jika naik ke atas, maka Brigadir J akan dibunuh. Ancaman ini diterima Brigadir J satu hari sebelum kematiannya.

Sempat kabur saat ditetapkan jadi tersangka

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Kuat Ma’ruf sempat kabur. “Saat itulah Kuat Ma’ruf hendak kabur. Saudara Kuat sempat akan melarikan diri. Namun, diamankan dan sempat ditangkap,” kata Kapolri Listyo Sigit dalam RDP bersama Komisi III DPR, Rabu 24 Agustus 2022.

Perannya dalam pembunuhan Brigadir J tak hanya berhenti di situ. Kuat Ma’ruf juga yang menghubungi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit untuk datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Salah satunya, Kasat Reskrim Polres Jaksel yang hadir pertama di TKP pukul 17.30 WIB, pada saat itu yang bersangkutan dihubungi driver saudara FS (KM),” ungkap Kapolri Listyo Sigit

Kapolri Listyo Sigit menyebut, polisi yang datang setelahnya adalah personel dari Biro Provos Divisi Propam Polri sekitar pukul 17.47 WIB atas perintah Ferdy Sambo. Mereka kemudian melakukan pendataan dan pengamanan barang bukti.

Sementara itu, masuk pukul 19.00 WIB, para saksi antara lain Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf pun dimintai keterangan di Kantor Biro Paminal Divisi Propam Polri.

Untuk pelaksanaan olah TKP baru selesai pukul 19.40 WIB. Kuat Ma’ruf diduga ada ‘main’ dengan Putri Candrawathi Deolipa Yumara kembali membongkar salah satu pengakuan mantan kliennya, Bharada E, terkait motif pembunuhan Brigadir J.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.