Perangkat desa setempat mengungkapkan upaya mencari pengantin pria sudah dilakukan. Namun belum ada informasi berarti soal keberadaan mempelai pria. “Keluarga calon pengantin pria juga tidak tahu keberadaannya. Di rumahnya juga ndak ada, dihubungi, nomor ponsel ndak aktif,” kata Kepala Desa Gambiran Fitri Muji Wartono.
Fitri mengatakan keluarga mempelai pria tetap datang ke resepsi dan membawa pengiring. Namun mereka merasa malu karena anaknya tidak datang, baik pada akad maupun resepsi.
“Kalau keluarga calon pengantin pria hadir. Akhirnya kemarin, kesepakatannya, kedua keluarga yang tahu. Saya ndak tahu,” kata Fitri.
Sebuah resepsi pernikahan di Magetan diliputi kesedihan karena tidak dihadiri mempelai pria. Ke mana perginya si mempelai pria? Ternyata tidak ada yang mengetahui keberadaan si mempelai pria. Bahkan keluarganya sekalipun juga tidak tahu. (one/ral/pojoksatu)




