JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Jajaran pemerintah semakin melek dengan kondisi Indonesia darurat sampah plastik. Beberapa kementerian maupun lembaga negara melarang pegawainya menggunakan kemasan air minum berbahan plastik dan kantong plastik. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berkomitmen mengurangi penggunaan barang plastik sekali pakai. Komitmen tersebut membuat menteri 56 tahun itu memiliki kebiasaan membawa tumbler sendiri ke kantor sebagai wadah air minum. “Ini revolusi budaya yang pelan-pelan saya lakukan,” ucap Retno.
Setidaknya dengan membawa tumbler, dia sudah mengurangi penggunaan sepuluh botol plastik dalam sehari. Sebab, biasanya Retno mengonsumsi 8 hingga 10 botol air mineral sehari. “Jadi, sudah mengurangi banyak lah ya,” ujarnya.
Retno meminta seluruh pegawai Kemenlu bisa meniru kebiasaan positifnya itu. “Semuanya butuh proses, pelan-pelan,” tandasnya. Dalam setiap acara, Kemenlu sudah tidak pernah menyuguhkan air mineral kemasan. Disediakan gelas dan dispenser untuk minum.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerapkan kebijakan yang sama di lingkungan kantornya. “Saya larang pegawai saya bawa botol minuman kemasan ke kantor. Kalau ketahuan, denda Rp 500 ribu. Yang melaporkan dapat 20 persen dari denda,” kata Susi.
Sampah Pintu Air Manggarai. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Langkah dua kementerian tersebut diikuti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Melalui Instruksi Menristekdikti Nomor 1/M/INS/2019, Mohamad Nasir melarang penggunaan air minum kemasan plastik dan kantong plastik sekali pakai. Surat tersebut berlaku per 25 Juni 2019. Instruksi tersebut juga berlaku untuk seluruh lingkungan perguruan tinggi negeri dan lembaga layanan pendidikan tinggi lainnya.
Kebijakan tersebut seperti efek domino. Dalam konferensi pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di lobi Graha BNPB Jumat lalu (28/6), wartawan yang meliput tidak mendapat air mineral botol 600 ml seperti biasanya. Delapan narasumber yang hadir juga tampak membawa tumbler. “Ini upaya kami untuk mengurangi sampah plastik,” jelas Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja. (han/c10/ayi)
Ramai-Ramai Kurangi Sampah Plastik



