NASIONAL

Ramadan Bukan Penghalang, Layanan PELATARAN Jakarta Barat Tetap Diserbu Warga

×

Ramadan Bukan Penghalang, Layanan PELATARAN Jakarta Barat Tetap Diserbu Warga

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Di balik suasana khidmat pekan pertama Ramadan, aktivitas pelayanan publik di Jakarta Barat rupanya tak ikut melambat. Pagi itu, Sabtu (21/02/2026), ruang tunggu Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat masih tampak berdenyut. Bukan oleh para penyedia jasa atau kuasa hukum, melainkan oleh warga yang datang secara mandiri.

Mereka memanfaatkan Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN), sebuah program unggulan yang dirancang khusus bagi masyarakat yang “terbelenggu” rutinitas pekerjaan pada hari kerja (Senin-Jumat).

Bank bjb Tandamata

Salah satu warga yang tampak antusias adalah Kastomo (37). Di tengah kewajiban menjalankan ibadah puasa, ia memilih hadir langsung untuk mengurus peralihan hak waris keluarganya. Baginya, datang sendiri ke loket pendaftaran bukan sekadar soal efisiensi biaya, melainkan tentang literasi administrasi.

“Saya ingin memahami alurnya secara menyeluruh. Dengan mengurus sendiri, saya tahu pasti apa saja kendalanya dan bagaimana solusinya,” ujar Kastomo dikutip Radar Sukabumi pada halaman resmi website Kementerian ATR/BPN.

Kastomo merupakan potret masyarakat modern yang melek informasi. Ia mengaku mengetahui operasional layanan akhir pekan ini melalui media sosial.

Keputusannya terbukti tepat, meski operasional hanya berlangsung setengah hari (pukul 08.00-12.00 WIB), proses validasi berkas tetap berjalan optimal.

Reformasi birokrasi di tubuh Kementerian ATR/BPN kini memang mulai dirasakan manfaatnya secara nyata. Selain kehadiran fisik kantor di hari libur, integrasi teknologi melalui aplikasi Sentuh Tanahku menjadi kunci utama.

Kastomo tak perlu lagi merasa was-was atau harus berulang kali datang ke kantor pertanahan hanya untuk menanyakan status berkasnya. “Seluruh progres bisa dipantau dari ponsel. Untuk peralihan hak waris ini, saya tinggal duduk manis di rumah dan mengeceknya lewat aplikasi beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Meskipun sempat terkendala faktor cuaca di luar ruangan, semangat pelayanan di dalam gedung tidak surut. Keberhasilan Kastomo menyelesaikan berkasnya hingga tahap tanda terima menjadi bukti bahwa birokrasi pertanahan perlahan namun pasti telah bertransformasi menjadi lebih praktis, efisien, dan transparan.

Kastomo bahkan bertekad akan menularkan pengalaman positif ini kepada kerabatnya. Baginya, pengalaman mengurus tanah secara mandiri di Jakarta Barat saat ini jauh dari kesan angker atau berbelit.

“Layanan ini sangat membantu, apalagi bagi kami yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Saya ingin warga lain juga merasakan kemudahan ini,” pungkas Kastomo dengan senyum optimis. (Den)