CIANJURJAWA BARATNASIONAL

Puluhan perahu nelayan Cianjur rusak Dihantam gelombang

×

Puluhan perahu nelayan Cianjur rusak Dihantam gelombang

Sebarkan artikel ini
Jayanti
Perahu nelayan di Pantai Jayanti terpaksa didaratkan karena puluhan diantaranya rusak diterjang gelombang tinggi, Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/8/2020). ANTARA/Ahmad Fikri/aa.

CIANJUR — Gelombang tinggi merusak puluhan perahu milik nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, sehingga nelayan terpaksa mendaratkan perahu agar kerusakan tidak bertambah parah, bahkan gelombang juga merusak tembok pemecah ombak.

Iwan (42) nelayan Pantai Jayanti, di Cianjur Selasa, mengatakan gelombang tinggi yang melanda pantai selatan, sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, sehingga merusak 20 perahu nelayan yang ditambatkan di dermaga dan pinggir pantai. Akibatnya nelayan tidak dapat melaut, meski hanya di bibir pantai karena risiko melaut dapat mengancam nyawa.

Bank bjb Tandamata

“Kalau tidak ditarik ke darat, mungkin lebih dari 20 perahu yang rusak karena ketinggian gelombang bisa mencapai 10 meter. Gelombang juga merusak tembok pemecah ombak yang membentang di sepanjang dermaga, ” katanya.

Ia menjelaskan, tingginya gelombang dan cuaca ekstrem membuat 400 nelayan yang ada di pantai tersebut, memilih untuk tidak melaut sementara waktu karena risiko tinggi. Namun sebagian kecil yang mengandalkan pencarian dari melaut, memilih tetap berangkat ke perairan yang lebih tenang di wilayah Garut Selatan.

Meski hasil tangkapan cukup menjanjikan sejak satu bulan terakhir, ditambah harga ikan yang cukup tinggi, namun tidak sebanding dengan risiko yang akan ditanggung, sehingga lebih banyak nelayan yang mendaratkan perahu, ketimbang melaut. Sebagian besar memilih memperbaiki perahu selama tidak melaut.

“Masih ada yang melaut, tapi ke wilayah Garut Selatan yang gelombangnya tidak seekstrem di selatan Cianjur. Selama tidak melaut, kami hanya mengandalkan penghasilan dari tangkapan ikan dari pinggiran. Selama ini, nelayan di Pantai Jayanti, tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, ” katanya.