Menurut Arifin, Santi adalah sosok perempuan yang manis, sopan, dan segala tingkah lakunya yang menarik. Usai membacakan cerpen, Sekda Jateng Sri Puryono mengaku ini merupakan kali pertamanya menarasikan sebuah cerpen. Namun penampilannya tersebut tetap berhasil memukau penonton yang hadir pada malam itu. Ia mengaku hanya sempat berlatih satu kali di belakang panggung. “Sebenarnya membaca seperti ini tidak sulit, asalkan kita bisa menjiwai dan memahami peran yang ada di cerpen,” katanya.
Penulis serta pemrakarsa cerpen, Prof Anies, mengatakan, kumpulan cerpen tersebut adalah tulisan yang dibuatnya pada 70an-80an. Buku kumpulan cerpen tersebut berisi 15 judul. Nuansa cerita, lanjutnya, menggambarkan suasana di dalam kehidupan, medis, dan asmara.
Menurutnya, sastra dapat memberikan sumbangsih yang besar dalam bidang penelitian dan akademis yang dalam praktiknya saling bersinergi satu sama lain.
“Seorang dokter dan sastrawan bukanlah sesuatu yang hitam dan putih, namun seorang dokter juga bisa menjadi seorang sastrawan yang andal sekaligus,” tandasnya.(sm/tsa/zal/JPR)



