Presiden Jokowi Wajibkan Kembali Masyarakat Gunakan Masker Saat Diluar, Padahal…

Warga melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta.
TETAP BERMASKER: Warga melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

JAKARTA — Pemerintah perlahan-lahan memperketat kembali penerapan protokol kesehatan. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin meminta masyarakat kembali memakai masker meski berada di luar ruangan. Padahal, beberapa waktu lalu Jokowi mengizinkan warga yang berada di ruang terbuka melepas masker. Imbauan untuk mengenakan masker itu disampaikan Jokowi setelah menunaikan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal kemarin.

”Saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa Covid masih ada. Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker masih sebuah keharusan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Kewajiban memakai masker itu, lanjut Jokowi, terutama untuk kota-kota yang interaksi masyarakatnya tinggi. Jokowi juga meminta pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk terus melakukan vaksinasi booster. ”Vaksinasi ini masih diperlukan,” kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menyebut bahwa kondisi Covid di Indonesia masih terkendali. Terutama jika dibandingkan dengan beberapa negara yang mengalami kenaikan kasus hingga 100 ribu kasus per hari. Kenaikan kasus itu dipicu oleh merebaknya varian BA.4 dan BA.5.

Pengetatan lain juga terlihat dari persyaratan perjalanan. Pemerintah menerbitkan Surat Edaran (SE) No 21 Tahun 2022 terkait Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan SE 22/2022 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Kebijakan itu berlaku mulai 17 Juli.

”Satgas merilis kebijakan 10 hari sebelumnya sebagai prakondisi agar masyarakat punya waktu untuk mendapatkan vaksin booster,” ujar Wiku. Dalam aturan terbaru terkait PPDN terdapat beberapa penyesuaian. Antara lain, warga yang sudah mendapat vaksin booster tidak perlu lagi menjalani tes Covid. Lalu, warga yang hanya mendapat vaksin kedua harus menunjukkan hasil rapid test yang berlaku 1 x 24 jam atau tes PCR 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Warga juga diminta mengikuti vaksinasi booster di lokasi keberangkatan.

Mereka yang baru mengikuti vaksinasi dosis pertama harus menunjukkan hasil tes PCR dengan masa berlaku 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Untuk PPLN, yang akan masuk ke Indonesia wajib booster. Lalu, WNI akan divaksin di entry point dan ditanggung pemerintah. Sementara itu, WNA wajib booster di negara asal. Aturan lain, WNI yang akan ke luar negeri wajib menjalani vaksinasi booster, kecuali setelah Covid-19 dan dengan kondisi khusus.

Syarat itu tidak berlaku bagi perjalanan rutin dengan moda transportasi darat kendaraan pribadi atau umum dalam kawasan aglomerasi perkotaan, moda transportasi perintis, termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T, serta pelayaran terbatas.

Operator transportasi siap mengikuti aturan baru itu. Pelanggan KA jarak jauh yang belum mendapatkan vaksinasi ketiga wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, aturan tersebut menyesuaikan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19. SE itu merupakan tindak lanjut dari aturan satgas penanganan Covid-19. ”Kebijakan ini diharapkan dapat menekan kembali persebaran Covid-19 di masyarakat,” kata Joni kemarin.

Untuk memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system dengan aplikasi PeduliLindungi. Tujuannya, memudahkan dalam memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. ”KAI akan memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” beber Joni.

Pos terkait