Jokowi menambahkan, setelah dilakukan pelarangan ekspor di April, pasokan melonjak jadi 211.000 ton per bulan. “Angka pasokan telah melebihi kebutuhan nasional bulanan nasional,” imbuhnya.
Sebelum Penurunan harga rata-rata minyak goreng secara nasional pada bulan April, sebelum pelarangan ekspor harga rata-rata nasional minyak goreng curah berkisar kurang lebih Rp 19.800. “Kemudian setelah adanya pelarangan ekspor harga rata-rata nasional turun menjadi Rp 17.200 sampai dengan Rp 17.600,” pungkasnya.(*)






