Polisi : Sindikat Tes Calon ASN Pasang Tarif Rp 600 Juta per Orang, Begini Modusnya

Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN (ILUSTRASI: Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JAKARTA — Bareskrim Polri telah menetapkan 30 orang sebagai tersangka tes Calon ASN, karena terbukti melakukan kecurangan saat tes calon aparatur sipil negara (CASN).

Kabagrenops Bareskrim Polri, Kombes Pol M Syamsu Arifin mengatakan, 30 orang tersangka tersebut menetapkan tarif kepada masyarakat untuk bisa menjadi ASN mencapai Rp 600 juta per orang.

Bacaan Lainnya

“Rata-rata para tersangka yang sudah dilakukan penangkapan, ada motivasi penggunaan uang atau uang suap dengan rentang Rp 150 juta sampai Rp 600 juta sehingga para pelakunya menjalankan modusnya,” ujar Syamsu di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4).

Syamsu mengungapkan, para tersangka tersebut dalam mencari korbannya menggunakan kedekatan keluarga dan dari mulut ke mulut. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius Bareskrim Polri.

“Ada kedekatan dari keluarganya, dari keluarganya tersangka kemudian ada memang ada yang kenal gitu. Jadi mereka sindikat, dia mencari orang yang bisa dihubungi. Iya dari mulut ke mulut,” katanya.

Syamsu berujar, mereka melakukan aksi kotornya tersebut sejak 2018 silam. Mereka menggunakan modus dengan menjajikan orang bisa menjadi ASN. “Dari beberapa ketarangan tersangka, mereka sudah ada yang bermain dari tahun 2018,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Anti Korupsi Kolusi Nepotisme Calon Aparatur Sipil Negara (KKN CASN) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus kecurangan seleksi ASN di beberapa wilayah di Indonesia.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya berhasil menangkap 30 orang yang terlibat dalam seleksi kecurangan ASN tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.