Pengamat : Wacana Cabut Subsidi LPG 3 Kg dan Naikan Harga BBM Pertalite Perbuatan Ingkar

Pemerintah berencana mencabut subsidi LPG
Pemerintah berencana mencabut subsidi LPG 3 kg serta menaikan harga BBM Pertalite. (Foto : Pertamina)

JAKARTA — Pengamat politik Jamiluddin Ritonga merespon atas rencana pemerintah untuk mencabut subsidi LPG 3 kg dan menaikan harga BBM Pertalite. Apabila hak ini sampai terjadi maka Presiden Joko Widodo akan mencatatkan sejarah sebagai presiden yang meniadakan subsidi bagi rakyat.

Hal ini sangat disayangkan oleg Jamiluddin, lantaran saat ini daya beli masyarakat sedang rendah. Dilansir dari jabarekspres.com, menurut Jamiluddin 20 juta lebih masyarakat Indonesia tercatat menganggur dan ekonomi belum stabil.

Bacaan Lainnya

Atas alasan itu, dia menilai bahwa rencana kebijakan pemerintah itu tidak sepatutnya dilakukan di saat daya beli masyarakat sangat rendah. Kebijakan tersebut akan semakin membuat masyarakat semakin tak berdaya dan akan berdampak tingkat kemiskinan akan semakin bertambah.

“Kalau ini terjadi, maka janji Jokowi untuk menurunkan angka kemiskinan semakin sulit terwujud,” ujar Jamiluddin Kamis 28 April.

Masih dengan Jamiluddin, jika langkah tersebut tetap dijalankan pemerintah saat ini akan dicap gagal dalam mengentaskan kemiskinan yang saat ini telah meningkat tajam akibat sentimen negatif pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.

Jokowi akan dinilai gagal dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Tentu hal ini menjadi catatan sejarah Presiden Jokowi tidak berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Selain itu, Jokowi juga akan dituding sebagap Presiden yang meniadakan subsidi bagi rakyatnya.

“Padahal presiden sebelumnya masih banyak memberi subsidi untuk meringankan beban hidup rakyatnya,” tambah Jamiluddin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.